Malam berikutnya datang lebih cepat dari yang Indra harapkan, seolah waktu sengaja berlari untuk menyeretnya ke titik yang tidak bisa ia hindari. Sejak meninggalkan kamar hotel bersama Clara, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang.Mobil hitam yang membawanya melaju mulus di jalanan kota. Indra duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun, sementara bayangan hinaan, permintaan cerai, dan tatapan merendahkan terus berputar di kepalanya.“Kamu tegang,” suara Clara terdengar dari sampingnya sambil melirik sekilas. Ia duduk santai, satu kaki menyilang, seolah ini hanya rutinitas biasa baginya.Indra tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata pelan, “Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini,” ucapnya jujur, suaranya berat dan sedikit tertahan.Clara tersenyum tipis mendengar itu. “Semua orang punya pertama kali,” jawab Clara santai, “Tapi tidak semua orang dibayar mahal untuk itu,” lanjutnya sambil menatap ke
Last Updated : 2026-03-17 Read more