LOGINIndra hanyalah seorang pengemudi ojek online yang selalu dipandang rendah. Di malam ulang tahun istrinya, hadiah cincin sederhana yang ia berikan justru membuatnya dipermalukan di depan banyak orang. Mertuanya menghina, dan istrinya sendiri meminta cerai karena tak tahan memiliki suami miskin seperti dirinya. Penghinaan itu semakin menyakitkan ketika Hansen, anak orang terkaya di kota, datang membawa hadiah rumah mewah untuk istrinya dengan satu syarat: Dina harus menceraikan Indra. Di tengah rasa malu dan kemarahan yang membara, seorang wanita kaya dan misterius bernama Clara justru melihat potensi lain dalam diri Indra. Clara menawarkan sesuatu yang tak pernah Indra bayangkan sebelumnya: sebuah sexy hot offer. Ia membuka pintu menuju dunia rahasia para wanita berkuasa dan sosialita kaya yang haus tubuh lelaki. Tubuh Indra akan dibayar mahal, rahasia mereka akan terkunci rapat, dan hidupnya bisa berubah dalam satu malam. Dari pria miskin yang dihina semua orang, Indra kini berdiri di persimpangan. Menolak tawaran itu dan tetap hidup dalam hinaan… atau menerimanya dan membalikkan nasibnya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan?
View More“Untuk menghancurkanmu… malam ini juga,” bisik wanita itu pelan di telinga Indra sambil mencondongkan tubuhnya sedikit, napas hangatnya menyentuh leher Indra yang langsung menegang. Indra tidak bergerak, matanya lurus ke depan, tetapi rahangnya perlahan mengeras seolah ada sesuatu yang terusik jauh di dalam dirinya. Dadanya naik turun lebih berat dari sebelumnya, menandakan pikirannya tidak lagi tenang.Indra berbalik setengah badan, menatap wanita itu dengan sorot mata yang mulai berubah tajam. “Siapa?” tanya Indra rendah sambil mengepalkan tangan di samping tubuhnya, suaranya tertahan namun jelas mengandung tekanan. Ia mencoba tetap rasional, meskipun situasi mulai terasa tidak masuk akal.Wanita itu berjalan santai menjauh dua langkah, lalu menyilangkan tangan di dada sambil menatap Indra dengan senyum tipis. “Kalau aku tahu, aku tidak akan setenang ini,” jawabnya ringan sambil mengangkat alis, tetapi matanya tetap serius mengamati setiap perubahan ekspresi Indra. Ia lalu berbalik
Malam berikutnya datang lebih cepat dari yang Indra harapkan, seolah waktu sengaja berlari untuk menyeretnya ke titik yang tidak bisa ia hindari. Sejak meninggalkan kamar hotel bersama Clara, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang.Mobil hitam yang membawanya melaju mulus di jalanan kota. Indra duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun, sementara bayangan hinaan, permintaan cerai, dan tatapan merendahkan terus berputar di kepalanya.“Kamu tegang,” suara Clara terdengar dari sampingnya sambil melirik sekilas. Ia duduk santai, satu kaki menyilang, seolah ini hanya rutinitas biasa baginya.Indra tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata pelan, “Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini,” ucapnya jujur, suaranya berat dan sedikit tertahan.Clara tersenyum tipis mendengar itu. “Semua orang punya pertama kali,” jawab Clara santai, “Tapi tidak semua orang dibayar mahal untuk itu,” lanjutnya sambil menatap ke
Sekarang… buktikan,” ucap Clara dengan nada santai namun tegas, matanya menatap Indra tanpa berkedip. Kalimat itu seperti palu yang menghantam dada Indra dan memaksanya menghadapi kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.Indra tidak langsung bergerak. Ia masih menatap layar ponsel di tangan Clara, tepat pada wajah wanita yang sangat ia kenal, salah satu lingkaran sosial mertuanya yang tadi malam menertawakannya tanpa ampun.Rasa panas langsung menjalar di dada Indra, bukan karena situasi di kamar itu, tetapi karena harga dirinya yang diinjak-injak. Bayangan hinaan, tawa, dan permintaan cerai dari Dina kembali berputar di kepalanya, membuat rahangnya mengeras.“Kenapa diam?” suara wanita di layar terdengar lagi dengan nada meremehkan, ia menyandarkan dagunya di tangan sambil menatap Indra seperti menilai barang murah. “Atau kamu memang hanya terlihat bagus saja?” lanjutnya dengan senyum tipis yang menusuk.Indra mengepalkan tangan di atas kasur. Tatapannya berubah perlahan,
Indra membeku.Tangannya refleks mencengkeram seprai ketika jemari Clara menarik resleting celananya perlahan. Suara kecil dari logam itu terdengar sangat jelas di kamar hotel yang tiba-tiba terasa sunyi.Clara tidak terburu-buru.Ia menatap wajah Indra terlebih dahulu, memperhatikan setiap perubahan ekspresi pria itu, seolah sedang membaca pikiran yang berputar di kepala pria di hadapannya.“Tenang saja,” ucap Clara lembut sambil memiringkan kepala sedikit, nadanya seperti seseorang yang sedang menenangkan anak kecil yang gugup.Indra menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering.“Apa ini… serius?” gumamnya dengan suara pelan, matanya masih menatap Clara dengan ragu.Clara tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Tawanya ringan, tetapi terdengar sangat percaya diri.“Tentu saja serius,” jawab Clara santai sambil mengangkat alisnya sedikit.Wanita itu lalu menatap Indra dengan mata yang penuh rasa ingin tahu.“Bagaimana mungkin aku menjual seseorang tanpa tahu kualitasnya?” tambah Clara
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.