“Ya, kau bisa langsung mencari nama-nama potensial untuk investor masa depan,” kata Sarah. “Kemala aku merasa kau sangat bersemangat tentang ini?” Sarah tersenyum dengan layar tab yang menyala di tangannya. “Mungkin karena aku akan meresmikan debutku sebagai analisis saham terkenal yang kembali bekerja?” “Wah, kau sungguh gila. Kau sepertinya ingin menantang semua orang di masa depan.” Sarah tertawa dan membalas, “Kalau aku tidak melangkah lebih dulu, mereka yang akan menghalangiku nantinya.” “Cukup masuk akal,” balas Devann di seberang telepon. Detik berikutnya, Devan bertanya dengan serius, “Lalu … bagaimana dengan Dion? Kau sudah mempetimbangkannya, kan?” Sampai pada pertanyaan itu, barulah fokus Sarah teralihkan sepenuhnya. Mata yang menampakkan binar sebelumnya kini menajam tanpa sadar. Senyum di bibir Sarah pun tampak dingin. “Aku sudah memastikan bah hal itu sudah aku persiapkan jauh hari,” jawab Sarah. “Sejak aku memutuskan untuk keluar dari persembunyian, aku akan
Read more