"Aduuuh, Juragan Madun! Lepaskan pelukan maut tiga bidadari pasar polos ini dong, cyiiinnn! Ekeuuu sama geng waria jembatan merah jadi ikutan gatel melihat gundukan gunung kembar mereka nempel penuh busa merica!" jerit mami Susi melompat masuk lewat jendela bawa handuk basah, merusak suasana tegang di ruko berasap merah pedas.Madun, wajah tampan rahang tegas hidung mancung, kelabakan menepis pelukan erat Mbak Yanti, Maya, dan Sari pakai tenaga kuli panggul tiga ton demi jaga kesucian iman setelan pabrik. Tubuh sawo matang tinggi kekar dengan perut kotak-kotak merah padam akibat merica gaib, langsung selimuti ketiga wanita pakai terpal plastik dagangan agar tak jadi dosa. "Astagfirullah! Mami Susi! Untung dateng bawa handuk basah! Bantu Mas Madun, pertahanan iman kuli pasar mau jebol gara-gara kepungan paha mulus begini!"Tiba-tiba dari pintu ruko jebol muncul Mbak Yanti yang sudah melilit terpal plastik tipis ke tubuh semoknya, tapi visualnya justru makin merusak saraf mata pria norm
Terakhir Diperbarui : 2026-05-29 Baca selengkapnya