"Aduh, puji syukur ke hadirat alam semesta... lupakan saja seluruh bayangan awan hitam berbentuk wajah raksasa separuh dewa purba kelurahan yang sangat mengada-ada dan merusak pemandangan fajar ini, sekarang suasana di depan warung bebek betutu ini bener-bener sudah bersih total dari kepungan preman akamsi murahan tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" gumam Madun menghela napas lega sedalam-dalamnya sambil menyeka sisa peluh jantan di pelipisnya, mencoba meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah kepalan tangan kasarnya sukses menyapu bersih puluhan pengganggu asmara mereka pagi hari ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung menegakkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap sekuat beton proyek desa kelurahan. Kaos singlet hitam ketatnya yang membungkus dada bidang berotot kotak-kotak penuh urat jantan nampak bergoyang halus mengikuti hembusan angin laut Bali, memancarkan peson
Terakhir Diperbarui : 2026-06-14 Baca selengkapnya