"Dun, sini duduk dulu. Jangan kayak orang linglung gitu," panggil Pak Bos sambil menyodorkan kursi kayu di teras gudang. "Iya, Pak Bos. Pikiran saya masih di kamar Bidan Siska terus. Masih ngeri bayangin mereka berdua mau ngeroyok saya," jawab Madun sambil duduk, tangannya mengusap keringat di lehernya yang cokelat legam. Pak Bos tertawa sampai perut buncitnya berguncang. "Lu itu punya aset masa depan, Dun. Tapi kalau lu nggak latihan, ya lama-lama lu bisa loyo juga kalau dihajar bidan-bidan brutal itu. Lu liat nggak tadi si Siska pakai baju merah tipis gitu? Itu kode, Dun! Dia mau liat kekuatan kuli pasar yang sebenarnya!" "Iya sih Pak Bos, kulitnya putih banget, mana bening lagi. Tapi saya beneran takut patah, Pak Bos." "Nah, makanya itu. Gue punya ilmu rahasia biar 'linggis' lu itu nggak cuma panjang, tapi kerasnya kayak beton cor-coran. Lu mau nggak gue ajarin cara melatihnya?" Pak Bos menyalakan rokoknya, matanya menyipit penuh rahasia. "Ada latihannya, Pak Bos? Emangnya ng
Last Updated : 2026-03-22 Read more