Nama pasangan kencanku, Liaron.Dalam hati, aku berpikir dia benar-benar liar sesuai namanya.Di dalam bioskop, dia menekanku di kursi sambil menciumku, sementara tangan besarnya masuk ke balik bajuku, membelai pinggangku.Ciumannya begitu kuat, hingga aku merasa sulit bernapas.Dengan wajah memerah, aku melirik keadaan sekitar melalui sudut mataku.Untungnya, kami duduk di pojokan, jadi belum ada yang menyadari ada sepasang pria dan wanita yang sedang berbuat nekat di dalam bioskop.“Fokuslah.”Tiba-tiba, tangannya menyelinap masuk ke dalam braku, meremas buah dadaku dan mencubit bagian puncaknya.Karena tak siap, aku spontan memekik, “Ah….”Namun, mengingat kami sedang di tempat umum, aku segera membungkam mulutku sendiri karena takut.“Suaramu merdu sekali… jauh lebih merdu daripada desahan pemeran utama di film ini.”Aku merasa malu dipuji begitu, tapi di saat yang sama, hatiku merasa senang.Permainan tangannya sangat lihai, apalagi jari-jarinya yang memiliki kapalan kasar.Sentuh
Read more