分享

Amukan Saudarinya

作者: Dek ita
last update publish date: 2026-06-06 13:11:58

Fiona sedikit melamun memikirkan ucapan Darren. Semua terasa baru, dan begitu membuat Fiona merasa seperti seseorang yang baru. Semua terasa seperti mimpi, atau layak ia katakan memang mimpi.

“Sudah, Sayang. Jangan terlalu dipikirkan. Komentar orang-orang bisa berpengaruh baik dan buruk padamu. Jadi, kakmu fokus pada dirimu sendiri, ya?” pinta Darren.

Fiona matikan ponselnya yang masih menyala. Dan memegang balik tangan Darren. Rasa berbunga yang muncul dalam hatinya, tak bisa ia sembunyikan.

M
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   You Doing Great

    Helen tak mengira, bahwa Darren tak menganggap serius ucapannya barusan sebagai sebuah ancaman. Dia malah bisa bersantai saja setelah melihat Helen mengatakan yang barusan.“Kamu pikir, aku akan terusik hanya karena kamu mengatakan dia anak angkat? Setidaknya sekarang semuanya jadi jelas, kenapa kamu dan orang tuamu sangat membedakannya, bukan?” ujar Darren.Sementara itu, Fiona sudah gemetar hebat karena ucapan Helen barusan. Darren yang begitu peka sekarang, langsung memegangi erat tangan Fiona. Ia tak biarkan Fiona terjatuh hanya karena omongan Helen.“Ha- harusnya…”Suara Helen justru gemetar sekarang.“Hentikan semua omong kosongmu. Aku takkan mundur sedikitpun hanya karena kamu terus menjelekkan Fiona. Dia istriku. Sampai kapanpun akan menjadi istriku!” tegas Darren.Darren kini mengajak Fiona meninggalkan restoran. Kencan makan siang mereka berdua menjadi sangat kacau karena kedatangan Helen yang seenaknya.Saat sudah sampai di dalam mobil. Fiona sudah menumpahkan seluruh air m

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Dia Bukan Pijakanmu

    Fiona sudah terbiasa dari dulu dimaki dan dihina. Saat mendengar Helen memakinya lagi, ia tak sakit hati. Yang ada, justru Fiona menyeringai melihat bahwa Helen masih bisa memaki dirinya.Tak mau kalah lagi seperti bagaimana ia dahulu, Fiona tak merasa gentar menghadapi Helen dengan kekuatannya. Ditariknya lebih kuat kepala Helen sampai ia terdengar merintih.“Jalang, ya? Ya, dari dulu kamu selalu memanggilku begitu. Lalu kenapa? Aku sudah pergi dari rumah, harusnya panggilan itu berhenti, kan?”Perlahan, Helen yang sudah kesakitan melepaskan tangannya dari kepala Fiona. Helen sudah terlihat mengeluarkan air matanya. Setelah ini, Helen pasti akan membawa dramanya.‘Basi! Aku sudah hafal semua tingkahnya!’ kesal Fiona.Saat tangan Helen sudah lepas dari rambut Fiona, Helen terjatuh ke lantai, bersamaan dengan Fiona yang sengaja tak menahan sampai Helen membentur kursi di dekatnya.Suara tangis khas yang selalu Helen gunakan untuk menarik simpati, serta skenario yang sudah disiapkan sel

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Amukan Saudarinya

    Fiona sedikit melamun memikirkan ucapan Darren. Semua terasa baru, dan begitu membuat Fiona merasa seperti seseorang yang baru. Semua terasa seperti mimpi, atau layak ia katakan memang mimpi.“Sudah, Sayang. Jangan terlalu dipikirkan. Komentar orang-orang bisa berpengaruh baik dan buruk padamu. Jadi, kakmu fokus pada dirimu sendiri, ya?” pinta Darren.Fiona matikan ponselnya yang masih menyala. Dan memegang balik tangan Darren. Rasa berbunga yang muncul dalam hatinya, tak bisa ia sembunyikan.Makan siang mereka datang. Darren memang tak mencoba membuat Fiona merasa tersanjung. Perlahan, Darren mulai menunjukkan bahwa dia juga bisa hidup sederhana, dan tak terlalu glamour saat bersama Fiona.Makan siang mereka juga sama seperti bagaimana mereka menjalani hari. Rasanya hangat, dan juga hidup. Fiona merasa gemas berkali-kali setiap kali melihat Darren tersenyum. Cara Darren memperhatikan dan memperlakukannya selalu berhasil membuat Fiona terpesona. Secara tak langsung, bahkan Fiona meng

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Kita Mulai Dari Awal

    Fiona merasakan sebuah kepuasan setelah berhasil membuat Helen kalah telak. Rasanya benar-benar membanggakan bahwa ia bisa merasa diatas awan, dan tidak gampang di remehkan.Sambil bergelayut manja di lengan Darren, Fiona merasakan bahwa Darren juga membalas pelukannya.Darren mengajak Fiona duduk di sebuah meja taman bundar yang cukup untuk mereka berdua. Saat duduk bersama di sana, Fiona melihat bahwa Darren terus memandanginya dengan begitu dalam.“Ada apa, Darren?” tanya Fiona.“Tidak bisakah kamu memanggilku dengan panggilan yang manis? Aku memanggilmu sayang setiap kali bersama. Apa kamu tak ingin memberikanku panggilan?” balas Darren sambil terus melihatnya dengan senyuman lebar.Fiona semakin tersipu dengan sikap Darren yang membuat Fiona semakin jatuh hati.“Aku masih belum terbiasa. Memanggil namamu saja kadang aku masih terasa aneh,” balas Fiona.“Kenapa, Sayang? Bukannya kita suami istri?” tanya Darren.Fiona sempat tersenyum tipis sebelum memberikan jawaban.“Mungkin kare

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Im to Worh It

    Fiona takkan menjadi seseorang seperti yang mereka harapkan lagi. Bukan Fiona yang mengalah ata akan menuruti semua permintaan mereka lagi. Sekarang, Fiona akan tetap memegang teguh pendiriannya.“Berani kamu seperti itu?!” pekik Hanna, yang kali ini sudah kembali pada mode biasanya.“Ya! Ibu sendiri yang menangis di depanku, memintaku menggantikan posisi Helen untuk menikah dengan Darren. Lalu, untuk apa sekarang dia ingin kembali?!” Fiona membalas dengan suara yang sedikit meninggi.“Karena Helen lebih pantas bersanding dengan Darren! Kamu mana bisa menghadapi kehidupan yang berat berada di samping Darren!” tegas Hanna.Fiona menyungginggkan senyuman. Dia mengerti maksud omongan Hanna mengarah ke mana. Tetapi, dibalik ucapan barusan, Fiona lebih menangkap maksud mengenai apa yang sudah Darren dapatkan sekarang.“Bukannya Helen sudah dapat? Kata dia, pacarnya yang sekarang itu calon penerus, jauh lebih baik daripada Darren yang hanya pegawai saja. Kenapa sekarang justru dia mengingin

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Masih Tetap Mengusik

    Bagaimanapun Darren memperlakukannya, Fiona sudah merasa biasa saja. Ia sudah mulai terbiasa dengan apa yang dipinta sang suami. Bahkan, Fiona merasa bahwa nyaman dengan semua yang dilakukan Darren kepadanya.Siang ini, Darren meminta Fiona untuk ikut pergi ke suatu tempat yang diminta oleh sang suami. Ia kenakan pakaian yang cantik, dan pastinya tidak memalukan bagi Fiona.Selama perjalanan, Fiona melihat ke sekeliling jalanan, memperhatikan bagaimana semuanya masih tetap sama.“Kamu tak mau tahu kemana aku ingin mengajakmu?” tanya Darren.“Hmmm? Selama itu sama kamu, aku tak masalah,” balas Fiona.Darren tersenyum tipis membalasnya, lalu kembali melajukan mobil ke arah yang seharusnya. Tak lama kemudian, Fiona sampai ke tempat yang dituju oleh Darren. Pinggiran danau yang benar-benar hijau. Banyak orang di sana menikmati bagaimana danau yang begitu asri dan juga suasana yang nyaman.Fiona yang baru turun dari mobil sudah senyum sumringah. Dia menyukai tempat yang ditunjukkan kepada

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status