Clara memanggil sang paman dengan lirih, penuh kebimbangan. Gideon mendekat selangkah memberikan tatapan hangat pada keponakannya itu."Iya, Cla. Ada yang ingin kamu katakan? Paman di sini untuk mendengarkan.""Apa yang harus aku lakukan, paman?"Gideon menghela napas pelan. Tangannya terulur, mengusap rambut Clara dengan lembut. "Ikuti kata hatimu, Nak."Clara kembali menoleh ke luar jendela. Dia menggigit bibirnya sendiri, merasakan sakit melihat Zevko seperti itu. Namun dia bingung dan takut. Semua bercampur menjadi satu."Paman, barusan aku bermimpi bertemu ayah dan ibu." Gideon sedikit tersentak, namun dia tetap tenang dan diam mendengarkan Clara menceritakan semua mimpinya barusan."Cla. Itu bukan sekedar mimpi. Itu adalah petunjuk dan pengingat dari ayah dan ibumu.""Tapi paman. Aku takut…" ucap Clara lirih."Takut? Takut kenapa, sayang?""Aku takut, paman. Aku takut apa yang terjadi pada ayah dan ibu, terulang padaku dan Zev. Aku takut musuh-musuh kita menghancurkan pack Volk
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-25 Mehr lesen