Share

Bab 54

Penulis: El Hawra
last update Tanggal publikasi: 2026-05-29 23:12:49

Zevko dan Clara menoleh pada Gideon. "Apa paman?" tanya Clara cepat, sisa kekesalan masih membayangi wajahnya yang cemberut.

Gideon meletakkan cangkir tehnya dengan tenang, menikmati ketegangan sepasang kekasih muda di hadapannya sebelum membuka suara.

"Kalian melupakan satu hal. Kastil ini memang terisolasi oleh benteng sihir kuno agar musuh tidak bisa melacak keberadaan Clavira. Namun, bukan berarti energi sihir di tempat ini sepenuhnya mati. Aku bisa membuka celah kecil pada manifes benteng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Coworkerku Alpha   Bab 54

    Zevko dan Clara menoleh pada Gideon. "Apa paman?" tanya Clara cepat, sisa kekesalan masih membayangi wajahnya yang cemberut.Gideon meletakkan cangkir tehnya dengan tenang, menikmati ketegangan sepasang kekasih muda di hadapannya sebelum membuka suara. "Kalian melupakan satu hal. Kastil ini memang terisolasi oleh benteng sihir kuno agar musuh tidak bisa melacak keberadaan Clavira. Namun, bukan berarti energi sihir di tempat ini sepenuhnya mati. Aku bisa membuka celah kecil pada manifes benteng untuk menghubungkan tempat ini dengan dunia luar, khusus untuk urusan pekerjaanmu."Dahi Zevko berkerut. "Maksudmu, menyusupkan jaringan teknologi manusia ke dalam benteng sihir, Gid?""Tepat, Alpha," sahut Gideon mengangguk. "Clavira tidak perlu mengundurkan diri, dan kita tidak perlu mengirimkan Valeska atau siapa pun untuk menyamar menjadi dirinya di kantor pusat. Clavira bisa tetap mempresentasikan analisis proyek wilayah barat itu secara jarak jauh—melalui panggilan video dari dalam ruanga

  • Coworkerku Alpha   Bab 53

    "Paman, apakah tidak ada cara lain?" tanya Clara mencoba bernegosiasi. Namun Gideon hanya menggeleng."Tidak ada cara lain, Cla. Karena sihir segel yang dibuat ibumu sudah tidak bisa menyembunyikan identitasmu lagi." Gideon terdiam sesaat, ia menatap leher Clara. "Warna ungu yang dirajut ibumu kian memudar dan akan segera menghilang. Itu artinya, tanda perak dari Moon Goddes akan mendominasi auramu. Siapapun di dunia super natural akan mudah mengenali dan menemukanmu."Hening, mereka kembali terdiam."Lalu, apakah di kastil ini Cla akan aman? Apakah mereka tidak akan menemukannya?"Zevko yang sejak tadi diam pun akhirnya angkat bicara. Dia ingin memastikan keamanan mate-nya."Benar, Alpha. Sesungguhnya ini bukan hanya kastil, tapi juga benteng sihir untuk melindungi Cla. Aku sudah menyempurnakan mantra-mantra sihir Hallow, dan menanamkannya di sini untuk melindungi Cla dari gangguan luar. Tempat ini, memang aku buat khusus untukmu, Cla."Clara terperangah, matanya berkaca-kaca. Itu ar

  • Coworkerku Alpha   Bab 52

    Clara terdiam, ia mengusap wajah lelaki yang ada di atasnya itu dengan lembut. "Paman menunggu kita, Zev." Zevko menghela napas sambil memejamkan mata, berusaha menenangkan dirinya. "Nanti setelah makan malam dan berbincang-bincang dengan paman baru kita lanjutkan, supaya nggak tergesa-gesa dan lebih leluasa."Zevko membuka mata, bertemu dengan mata Clara yang mengerjap indah. Seketika ia merasa tenang dan nyaman. Ia segera menyambar bibir sang mate, melumatnya dengan lahap."Baiklah sayang. Sekarang kenakan pakaianmu. Kita akan segera turun menemui pamanmu."Zevko segera turun dari ranjang, ia menuju lemari yang ada di sudut kamar. "Kemarilah, sayang."Clara pun turun dari ranjang, lalu mendekat ke lemari. Ia tertegun melihat pakaian di dalam lemari itu. Ada beberapa potong pakaian yang modelnya berbeda dengan yang biasa ia pakai. Ada juga pakaian untuk Zevko."Zev, ini pakaian siapa?" tanya Clara bingung. "Pakaian kamu lah, sayang. Pakaian untuk aku yang di sebelah sini. Pamanmu s

  • Coworkerku Alpha   Bab 51

    Clara memanggil sang paman dengan lirih, penuh kebimbangan. Gideon mendekat selangkah memberikan tatapan hangat pada keponakannya itu."Iya, Cla. Ada yang ingin kamu katakan? Paman di sini untuk mendengarkan.""Apa yang harus aku lakukan, paman?"Gideon menghela napas pelan. Tangannya terulur, mengusap rambut Clara dengan lembut. "Ikuti kata hatimu, Nak."Clara kembali menoleh ke luar jendela. Dia menggigit bibirnya sendiri, merasakan sakit melihat Zevko seperti itu. Namun dia bingung dan takut. Semua bercampur menjadi satu."Paman, barusan aku bermimpi bertemu ayah dan ibu." Gideon sedikit tersentak, namun dia tetap tenang dan diam mendengarkan Clara menceritakan semua mimpinya barusan."Cla. Itu bukan sekedar mimpi. Itu adalah petunjuk dan pengingat dari ayah dan ibumu.""Tapi paman. Aku takut…" ucap Clara lirih."Takut? Takut kenapa, sayang?""Aku takut, paman. Aku takut apa yang terjadi pada ayah dan ibu, terulang padaku dan Zev. Aku takut musuh-musuh kita menghancurkan pack Volk

  • Coworkerku Alpha   Bab 50

    "Ja-jangan. Jangan ganggu aku," rintih Clara sambil terus melangkah mundur. Napasnya memburu, terkunci oleh tatapan mata kuning keemasan dari serigala hitam raksasa di depannya. Bulu hitam makhluk itu tampak berkilat magis di tengah lembah yang dipenuhi bunga ungu purple saxifrage yang tumbuh di antara bebatuan es. Dinginnya cuaca ekstrem Utara sama sekali tidak menghalangi perkembangan bunga-bunga itu untuk tetap mekar dengan indah.Namun, alih-alih menyerang, serigala hitam yang sangat besar dan agung itu justru menundukkan kepalanya yang perkasa ke atas tanah—sebuah gestur tunduk dan hormat yang mutlak di hadapan Clara. Perlahan, tubuh raksasa itu diselimuti pendaran cahaya kelabu yang pekat. Tulang-tulangnya terdengar berderak, wujud berbulu itu menyusut dan bertransformasi menjadi sosok pria jangkung berwibawa dengan pakaian khas panglima Utara. Di sampingnya, mendadak muncul seorang wanita anggun berambut hitam pekat dengan gaun sutra ungu yang melambai lembut ditiup angin sedin

  • Coworkerku Alpha   Bab 49

    Seketika ruangan itu berubah mencekam. Zevko dan Gideon saling berpandangan namun tak ada kata-kata yang bisa diucapkan. Sedangkan Clara terus melangkah menapaki anak tangga, tanpa keraguan. Tiba-tiba Zevko melompat lalu berlutut di bawah anak tangga. "Tunggu, Clara. Aku mohon maafkan aku. Aku bersumpah tak akan pernah membohongi atau menyakitimu lagi."Langkah Clara terhenti. Dia diam mematung, menyisakan ketegangan sesaat. "Aku, bukan Clara yang bodoh itu, yang bisa dengan mudah dibohongi. Aku adalah Clavira, Clavira Lodur Hallow."Clara berkata tanpa menoleh. Ucapannya tegas dan dingin. Sangat berbeda dengan Clara yang selama ini dikenal oleh Zevko. Aura tegas seorang alpha, dan misterius seorang penyihir terpancar kuat dari suara Clara. "Baiklah Clavira Lodur Hallow. Tolong katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku."Zevko nampak putus asa, dia tidak tahu lagi bagaimana caranya membujuk mate-nya yang sedang marah itu. Ia sudah merendahkan dirinya denga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status