“Kenapa suaramu gemetar?” Kalimat itu datang begitu saja dari seberang telepon, rendah, tenang, dan terlalu tajam untuk sekadar pertanyaan biasa. Diana menahan napas. Jemarinya mencengkeram ponsel begitu erat hingga buku jarinya memucat. “Aku tidak gemetar,” jawabnya cepat, meski ia sendiri bisa mendengar betapa tidak stabil nadanya. Ada jeda beberapa detik. Sunyi yang tidak nyaman. Seolah pria itu sedang tersenyum tipis di ujung sana, membaca setiap celah dalam ucapannya. “Kau selalu seperti itu kalau berbohong,” suara itu kembali terdengar, santai, tapi menusuk. Diana menutup mata sejenak, mencoba mengendalikan dirinya. “Kalau kau hanya menelepon untuk mengatakan itu, aku akan menutupnya sekarang.” Nada suaranya dingin, tegas. Ia berusaha terdengar seperti dirinya yang biasa—kuat, tidak tergoyahkan. Padahal di dalam, semuanya berantakan. “Tenang,” jawabnya ringan. “Aku hanya ingin memastikan sesuatu.” Diana membuka mata, menatap kosong ke depan. “Apa?” “Bahwa kau tidak mel
最後更新 : 2026-04-17 閱讀更多