Aku Hamil Anak Musuhku

Aku Hamil Anak Musuhku

last updateLast Updated : 2026-04-15
By:  adelheid adesaputriUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Diana tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena satu malam yang penuh emosi. Saat ia mengetahui dirinya hamil, kebahagiaan itu langsung berubah menjadi kekhawatiran—bayi yang dikandungnya adalah buah dari Randy, musuh bebuyutannya. Dulu mereka selalu berseteru, saling menjatuhkan dalam urusan bisnis dan pribadi. Namun kini, keadaan memaksa mereka menghadapi kenyataan yang tak bisa dihindari. Di tengah rahasia, tekanan keluarga, dan konflik batin, Diana harus memutuskan apakah ia akan membenci atau menerima Randy—dan bayi mereka—di hidupnya. Cinta, dendam, dan pengkhianatan berpadu dalam kisah penuh drama ini. Akankah Diana dan Randy menemukan jalan untuk berdamai, atau masa lalu akan terus menghantui mereka?

View More

Chapter 1

Bab 1 — Malam yang Tidak Seharusnya Terjadi

Diana menendang pintu ruangan itu dengan frustrasi, rasanya seluruh tubuhnya terbakar oleh kemarahan yang tak terbendung. Suara tawa sumbang itu masih terngiang di telinganya, menghancurkan rasa percaya dirinya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini di depan semua orang?” suaranya bergetar, hampir pecah oleh amarah.

Randy berdiri di ujung ruangan, wajahnya datar, matanya menatap tajam ke arahnya. Tidak ada kepanikan, tidak ada penyesalan. Hanya dominasi yang membuat jantung Diana berdetak lebih cepat. “Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan,” katanya pelan, tapi setiap kata tersampaikan seperti cambukan.

“Harus kulakukan? Kau mempermalukanku! Di depan semua orang!” Diana meninju meja di depannya, gelas bergetar, airnya tumpah menetes ke lantai. Tubuhnya gemetar, bukan karena dingin, tapi karena ledakan emosi yang terlalu lama terpendam.

Randy melangkah mendekat, setiap gerakannya memancarkan kontrol dan ketenangan yang membuat Diana semakin kesal. “Diana, tenang. Kalau kau terus begitu, kau akan merusak semuanya—untuk dirimu sendiri.” Suaranya rendah, tapi ada tekanan yang membuat Diana seketika merasa terpojok.

“Merusak? Kau yang merusak semuanya!” Diana menatapnya, mata membara. “Kau pikir kau bisa main-main dengan hidup orang lain, lalu bilang ini ‘untuk diriku sendiri’?!”

Randy tersenyum tipis, dingin. “Aku tidak main-main. Aku mengendalikan situasi. Kau harus belajar itu kalau tidak ingin hancur.”

Diana menepis tangannya, mundur beberapa langkah. Napasnya tersengal, matanya sembab, tapi kemarahannya semakin liar. Ia merasakan seluruh malamnya hancur karena satu kesalahan—atau lebih tepatnya, pengkhianatan yang dilakukan orang yang ia percaya.

“Kenapa… kenapa harus malam ini?” suara Diana hampir pecah. “Kenapa harus kau yang ada di sini saat semua orang melihatku terjatuh?”

Randy mendekat lagi, kali ini hanya beberapa langkah dari Diana. Kehadiran fisiknya seperti dinding yang menekan semua ruang udara di sekitarnya. “Karena kau tidak bisa lari dari kenyataan, Diana. Malam ini, kau harus menghadapi semuanya. Dan kau—kau harus menghadapi aku.”

Diana memalingkan wajah, menahan air mata yang ingin jatuh. Tubuhnya gemetar, tapi dorongan impulsif muncul. Tanpa sadar, ia menampar wajah Randy. Suara tamparan itu bergema di ruangan hampa, tapi ekspresinya membuat Randy sedikit tersentak—hanya sesaat.

“Berani kau melakukan itu padaku?” Randy menarik napas panjang, matanya menyipit. “Kau bahkan tidak tahu apa yang sedang kau hadapi.”

“Aku tidak peduli lagi!” Diana menjerit, suaranya pecah. “Aku lelah! Lelah dengan semua permainanmu, dengan semua kebohonganmu!”

Randy menunduk sebentar, lalu menatapnya penuh arti. “Diana… kau pikir kau lelah sekarang? Kau belum melihat apa yang akan terjadi.”

Diana menatapnya, hatinya campur aduk antara marah dan takut. Ada sesuatu dalam nada suara Randy yang membuat bulu kuduknya berdiri. Sesuatu yang lebih dari sekadar dominasi. Sesuatu yang berbahaya.

“Tunggu…” Diana melangkah mundur, menatap sekeliling ruangan yang kini terasa begitu sempit. “Apa maksudmu dengan… ‘apa yang akan terjadi’?”

Randy mendekat lagi, kali ini lebih cepat, lebih menekan. Tubuhnya hampir menempel pada Diana, aroma maskulin yang tajam membuat kepala Diana pening. “Malam ini berbeda, Diana. Malam ini… kau tidak bisa lari lagi dari diriku atau dari konsekuensi dari kesalahanmu.”

Diana tersentak, pandangannya membesar. “Kau… kau tidak bisa serius!” Tapi suaranya bergetar, dan tubuhnya menegang tanpa ia sadari.

“Serius,” Randy menegaskan, suaranya rendah, setiap kata bergetar di udara malam itu. Tangannya melingkari pinggang Diana dengan ketegangan yang tak bisa dibantah, memaksa tubuhnya berhenti. “Dan kau akan merasakannya.”

Diana mencoba mendorongnya, menjerit, mencoba melepaskan diri, tapi setiap gerakannya tertahan oleh dominasi Randy. Detik-detik itu terasa begitu lambat, napas mereka saling bertaut, jantung Diana berdetak liar di dada. Ia merasa takut, marah, tapi juga ada dorongan impulsif yang membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri.

“Berani kau menyentuhku!” Diana berteriak, mencoba meninju lagi, tapi Randy menangkap tangannya. Mata mereka bertemu, kedua bola mata penuh konflik—marah, takut, dan sesuatu yang lebih gelap dari biasanya.

“Diana,” Randy mendesah, suaranya berubah menjadi serak. “Malam ini… aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Kau harus menghadapi semua ini… bersamaku.”

Diana menarik napas, seluruh tubuhnya bergetar, merasa seperti berada di tepi jurang. Ia ingin menolak, ingin lari, tapi juga tak mampu menahan tarikan emosional yang mendesak dari Randy. Setiap kata, setiap gerakan, menyalakan api yang sulit untuk dipadamkan.

“Randy… ini gila! Apa yang kau lakukan… ini salah!” Diana berusaha meyakinkan dirinya sendiri, tapi suaranya lemah dan hampir berbisik.

Randy tersenyum tipis, tapi matanya tetap dingin. “Salah atau benar… malam ini, tidak ada yang bisa menghentikan kita. Aku yang mengendalikan malam ini, Diana. Kau akan merasakannya, apakah kau mau atau tidak.”

Diana menunduk sebentar, napasnya tak beraturan, pikirannya kacau. Ia menyadari malam itu bukan sekadar pertengkaran biasa. Sesuatu yang lebih besar, lebih berbahaya, sedang terjadi. Sesuatu yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Tiba-tiba, suara langkah kaki dari arah pintu membuat keduanya tersentak. Lampu ruangan bergetar seakan merasakan ketegangan yang memuncak. Diana menatap Randy dengan mata penuh pertanyaan—dan Randy menatap kembali dengan tatapan yang sama sekali berbeda, seperti rahasia gelap menunggu untuk diungkap.

Diana merasakan perutnya berdebar, tidak hanya karena amarah atau ketegangan, tapi juga karena sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. Malam ini, semuanya berubah. Segalanya. Dan Diana tahu, satu langkah lagi bisa membawa kehancuran—atau sesuatu yang jauh lebih tak terduga.

Ia membuka mulut, ingin menjerit, tapi kata-kata terhenti. Randy mencondongkan tubuh sedikit lebih dekat, matanya menatap dalam, seolah menantang, seolah menegaskan bahwa tidak ada jalan mundur.

“Diana…” suaranya serak tapi penuh tekad. “Siap atau tidak… malam ini adalah milikku. Dan kau… kau milikku juga.”

Diana menatapnya, jantungnya seperti berhenti sebentar. Kata-kata itu mengguncang seluruh keberaniannya, menyalakan api yang tak bisa ia padamkan, membuatnya sadar bahwa malam ini bukan hanya tentang kemarahan atau penghinaan. Malam ini tentang sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang mereka berdua tidak bisa hindari.

Napasku terhenti saat langkah kaki di koridor semakin mendekat. Diana menoleh, dan seketika warna wajahnya berubah pucat. Ada seseorang yang masuk, dan tatapan mereka langsung mengunci.

Dan saat itu, sebuah rahasia yang selama ini tersembunyi mulai menampakkan diri.

Bersambung, Saksikan kelanjutan ke Bab 2 — Pria Asing di pagi hari

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status