Sejak hari pertama Lestari bekerja sebagai sekretaris pribadi Leon, suasana di ruangan direktur selalu penuh ketegangan halus. Lestari datang dengan penampilan rapi dan sopan seperti biasa — kemeja putih longgar, rok panjang selutut, dan hijab yang tertata rapi. Ia bekerja dengan teliti, mengatur jadwal Leon, menyiapkan dokumen, dan menangani panggilan telepon dengan profesional.Leon, tidak bisa menahan diri. Setiap kali Lestari mendekat ke mejanya untuk menaruh berkas, Leon sengaja menyentuh punggung tangannya lebih lama dari biasanya. Sentuhan itu lembut, seolah tak sengaja, tapi penuh maksud. Lestari selalu menarik tangannya dengan cepat, wajahnya tetap tenang meski pipinya sedikit memerah.“Terima kasih, Pak,” kata Lestari sopan setiap kali, lalu mundur selangkah.Leon tersenyum dalam hati. Ia semakin berani. Saat Lestari membungkuk untuk mengambil map di lantai yang sengaja ia jatuhkan, Leon berdiri di belakangnya dan “tak sengaja” menyentuh pinggangnya. Lestari langsung menegak
Read more