Beberapa hari setelah keputusan Gito, Windy resmi menjadi sekretaris pribadinya. Di kantor pusat perusahaan yang megah, Windy sudah duduk di meja tepat di luar ruangan CEO. Gaun formal ketat berwarna hitam yang ia kenakan membuat lekuk tubuhnya tetap terlihat jelas, meski tetap terlihat profesional.Siang itu, setelah rapat panjang, Windy masuk ke ruangan Gito membawa map kontrak penting. Ia meletakkan map di meja dengan anggun, tapi sebelum ia sempat berbalik, Gito sudah berdiri di belakangnya.Tangan Gito langsung memeluk pinggang Windy dari belakang, tubuhnya menekan punggung gadis itu ke meja kerja.“Om… ada meeting selanjutnya 30 menit lagi,” bisik Windy sambil tersenyum genit, tapi ia tidak menolak.“30 menit cukup,” jawab Gito dengan suara berat penuh nafsu.Ia menarik rok Windy ke atas hingga pinggang, menurunkan celana dalam hitam tipisnya hingga ke lutut. Batang Gito yang sudah sangat keras karena obat kuat langsung menyentuh bokong Windy yang telanjang.Dengan satu hantaman
Read more