"Lintang, aku tahu posisi mana di perpustakaan yang paling tenang, sini kuberi tahu.""Lintang, akhir pekan ini ada kerja sampingan, mau ikut nggak? Aku sudah memesankan satu tempat untukmu."Perlahan-lahan, hatiku yang hancur mulai terobati di tengah kehangatan dan kebaikan hati Rian serta teman-teman sekelasku yang lain.Hidupku tidak lagi terasa hambar dan membosankan, melainkan mulai dipenuhi dengan warna-warna baru.Selama masa itu, sesekali ibuku masih menelepon.Kalimat yang diucapkannya selalu sama. "Lintang, sejak kamu nggak ada di rumah, hidup Ibu jadi jauh lebih bahagia. Ajeng setiap hari menemaniku jalan-jalan, Rangga juga sering datang berkunjung. Hubungan mereka berdua sekarang makin lengket, lho! Rasakan itu, kamu pasti menyesal sekarang!"Setiap kali mendengarnya, aku hanya mendengarkan dengan tenang sampai selesai, lalu menutup teleponnya.Sebenarnya aku tahu semua yang dikatakannya itu bohong, tetapi aku terlalu malas untuk membongkarnya.Karena kenyataannya, Rangga j
Read more