Short
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Oleh:  RenTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
2Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Tepat setelah aku menekan tombol simpan dan pilihan universitasku kembali ke Universitas Adiwangsa, pintu kamar dibanting terbuka dengan keras.

Ibu berdiri di ambang pintu, wajahnya merah padam menahan amarah. "Lintang! Keluar kamu! Mau pamer muka masam di depan siapa, hah? Ajeng itu adikmu, beraninya kamu nggak sopan begitu? Cepat keluar dan minta maaf padanya!"

Aku bergeming di kursi, menatap tulisan data berhasil dikirim yang berkedip di layar monitor. Dengan suara datar, aku menjawab, "Minta maaf buat apa? Aku nggak merasa salah."

"Kamu!" Ibu melangkah lebar menghampiriku, lalu menyambar lenganku dengan kasar. "Sudah berani membangkang, ya? Kata-kata Ibu sudah nggak ada gunanya lagi buatmu? Hari ini, kamu harus minta maaf!"

Ibu menyeretku paksa dari kursi. Aku terhuyung, nyaris terjatuh saat ditarik menuju sisi meja makan.

Di sana, mata Ajeng sudah bengkak seperti buah persik. Dia meringkuk ketakutan, menyembunyikan wajahnya di pelukan Rangga.

"Lintang, minta maaf sama Ajeng!" perintah Ibu dengan ketus, tangannya masih mencengkeram kuat lenganku hingga terasa perih.

Ajeng langsung melambaikan tangan dengan panik, suaranya parau tertahan isak tangis. "Jangan, Bibi. Jangan dipaksa. Ini salahku. Aku yang sudah buat Kak Lintang marah."

Rangga akhirnya ikut bicara. Nada suaranya terdengar sangat tidak senang, penuh penghakiman padaku.

"Lintang, berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Dari awal kita sudah sepakat, di mana pun aku berada, di sanalah kamu akan kuliah. Ini hal yang wajar dan nggak perlu diperdebatkan. Kamu yang mulai mencari masalah duluan."

"Kondisi fisik Ajeng lemah, dia nggak boleh tertekan. Minta maaf sekarang dan kita anggap masalah ini selesai."

Aku menatap mereka bertiga bergantian. Tiba-tiba, pemandangan di depanku ini terasa begitu konyol dan menjijikkan.

"Aku mencari masalah?" Sudut bibirku terangkat, membentuk senyum getir yang sinis. "Aku tahu persis apa yang sedang kulakukan. Baru saja, aku sudah mengubah …."

Belum sempat kalimatku selesai, sebuah tamparan keras mendarat di pipiku!

Ibu menamparku dengan seluruh tenaganya. Kepalaku terhentak ke samping, pandanganku seketika menggelap dan telingaku berdenging hebat.

"Masih berani kamu membantah!"

Suara Ibu melengking, pecah oleh tangis frustrasi yang dipaksakan.

"Lintang! Percuma Ibu membesarkanmu sampai sekarang! Apa kamu sudah lupa? Ayahmu meninggal saat kamu masih kecil, hidup kita susah setengah mati! Ibu sendirian mengurusmu, hampir saja kita nggak bisa bertahan hidup! Siapa yang menolong kita? Itu pamanmu!"

Ibu berteriak sambil menangis, telunjuknya mengarah tepat ke wajahku. "Pamanmu sendiri hidupnya pas-pasan. Saat kamu demam tinggi dan harus masuk rumah sakit, dialah yang pontang-panting meminjam uang untuk biaya pengobatanmu!"

"Lalu, saat dia punya kesempatan mutasi kerja yang bagus, dia sengaja melepasnya hanya demi bisa menjaga kita di sini. Semua budi baik itu, Ibu berutang seumur hidup padanya! Seumur hidup Ibu nggak akan bisa melunasinya!"

"Sekarang Paman dan bibimu sudah tiada. Mereka meninggalkan putri satu-satunya untuk Ibu rawat. Ibu wajib berbuat baik padanya! Termasuk kamu, jangan pernah berani menindasnya sedikit pun!"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status