Untuk meluluhkan hatiku, dia mulai mengingat masa lalu dengan gila-gilaan.Satu per satu, Aditya menghitung kenangan manis yang dulu kuanggap sebagai harta paling berharga.Setiap detail, dia ingat begitu jelas.Dia pikir, kenangan-kenangan itu bisa membangkitkan sisa cinta di hatiku, membuatku luluh.Dia menatapku, matanya penuh harap.Namun, aku hanya mendengarkan dengan tenang, wajahku tetap tanpa sedikit pun riak emosi.Setelah dia selesai berbicara, kafe itu kembali terdiam.Beberapa saat kemudian, aku mengangkat cangkir kopi yang sudah benar-benar dingin dan menyesapnya.Lalu, aku mendongak, menatap matanya yang penuh harap, dan perlahan membuka suara."Aditya, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu."Dia tertegun, tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba mengatakan hal itu.Aku mengabaikan keterkejutannya dan melanjutkan ceritaku."Dulu sekali, ada seorang gadis kecil yang sangat, sangat kecil. Di suatu musim dingin, salju turun sangat lebat. Dia pergi ke pasar bersama ayah dan ib
Read more