LOGINPihak rumah sakit mendadak meneleponku untuk mengabarkan bahwa slot donor ginjal yang sudah kudapatkan, diberikan suamiku kepada cinta idamannya. Aku menanyakannya dengan tegas, tetapi dia berkata, "Hanya satu ginjal saja, emang kamu begitu terburu-buru?" "Kalau Shafira membutuhkannya, berikan saja dulu padanya. Lagi pula, kamu juga tidak akan mati dalam waktu dekat!" Aku memegang bukti pemeriksaan uremia miliknya di tangan, tiba-tiba merasa bahwa tiga tahun pernikahanku seperti lelucon belaka. Baiklah, dia memang benar. Bukan aku yang sakit, kenapa aku harus panik?
View MoreAditya benar-benar membeku. Dia duduk di kursi roda tanpa bergerak sedikit pun, hanya air mata yang mengalir diam-diam.Akhirnya dia mengerti.Apa yang selama ini dia anggap sebagai pasangan yang ditakdirkan oleh langit, ternyata hanyalah rencana matang yang telah lama kususun dengan penuh perhitungan."Kemudian, cinta idaman pria itu pulang dari luar negeri, dan segalanya berubah. Gadis itu masih mencintainya. Mencintai dengan rendah diri dan penuh kepedihan. Sampai suatu hari, pria itu menderita penyakit yang sangat serius, dan dia membutuhkan transplantasi ginjal.""Gadis itu takut membuatnya khawatir, takut dia ketakutan. Dia tidak memberitahu si pria betapa parah penyakitnya, hanya mengatakan itu masalah kecil. Tapi diam-diam, dia mengerahkan seluruh koneksi keluarganya di luar negeri. Tidak peduli berapa pun biayanya, menghabiskan uang yang sangat banyak, dalam waktu sesingkat mungkin menemukan ginjal yang benar-benar cocok untuknya. Ginjal itu seharusnya bisa menyelamatkan nyawa
Untuk meluluhkan hatiku, dia mulai mengingat masa lalu dengan gila-gilaan.Satu per satu, Aditya menghitung kenangan manis yang dulu kuanggap sebagai harta paling berharga.Setiap detail, dia ingat begitu jelas.Dia pikir, kenangan-kenangan itu bisa membangkitkan sisa cinta di hatiku, membuatku luluh.Dia menatapku, matanya penuh harap.Namun, aku hanya mendengarkan dengan tenang, wajahku tetap tanpa sedikit pun riak emosi.Setelah dia selesai berbicara, kafe itu kembali terdiam.Beberapa saat kemudian, aku mengangkat cangkir kopi yang sudah benar-benar dingin dan menyesapnya.Lalu, aku mendongak, menatap matanya yang penuh harap, dan perlahan membuka suara."Aditya, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu."Dia tertegun, tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba mengatakan hal itu.Aku mengabaikan keterkejutannya dan melanjutkan ceritaku."Dulu sekali, ada seorang gadis kecil yang sangat, sangat kecil. Di suatu musim dingin, salju turun sangat lebat. Dia pergi ke pasar bersama ayah dan ib
Siang itu, aku baru saja keluar dari laboratorium dan hendak pergi ke kafe kampus untuk membeli secangkir latte panas.Di dekat jendela kafe, ada sebuah kursi roda, dan di atasnya duduk seorang pria.Dia mengenakan mantel wol tebal, tetapi tetap tidak mampu menyembunyikan tubuhnya yang kurus dan tidak bersemangat.Pipinya sangat tirus. Kulitnya pucat kekuningan seperti orang yang sudah lama sakit. Rongga matanya dalam, bibirnya pecah-pecah. Seluruh dirinya diselimuti aura kematian yang begitu kuat.Namun, aku langsung mengenalinya. Itu adalah Aditya.Aku hanya menatapnya dengan tenang selama beberapa detik, lalu berpaling seolah tidak terjadi apa-apa.Setelah mengambil kopiku, aku segera berbalik dan bersiap keluar lewat pintu lain. Aku tidak ingin terlalu terlibat dengannya."Siska ....""Jangan pergi … kumohon .…" Suaranya terdengar rapuh, penuh permohonan lirih. Roda kursi rodanya berderit pelan di lantai kayu.Aku berhenti melangkah, tetapi tidak menoleh."Kita bisa bicara?" pintan
"Penyakitnya … semakin parah."Suara pengacara itu ditekan sangat pelan, seolah takut didengar orang lain."Katanya sudah masuk stadium akhir. Setiap minggu harus menjalani dialisis beberapa kali. Tubuhnya kurus kering sampai berubah bentuk, hampir tidak bisa lepas dari ranjang.""Yang paling krusial, golongan darahnya sangat langka. Golongan darahnya rhesus negatif yang sangat jarang. Di dalam negeri, bank donor ginjal sama sekali tidak menemukan yang cocok.""Selama setengah tahun ini, Keluarga Yudana sudah mengerahkan semua koneksi, bahkan menaikkan hadiah hingga sebelas digit, tapi tetap belum menemukan donor ginjal yang sesuai."Mendengar semua itu, hatiku tetap tidak bergejolak sedikit pun.Hukum sebab akibat, hanya itu saja.Dia sendiri yang menyingkirkan satu-satunya donor ginjal yang mungkin bisa menyelamatkannya. Sekarang saat dia menginginkannya kembali, tapi tidak bisa mendapatkannya, siapa lagi yang bisa disalahkan?"Tapi ini semua belum yang paling menarik." Nada suara pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.