Share

Bab 4

Penulis: Si Kuat
Jari-jariku menyapu layar, dengan tegas menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan.

Dunia seketika menjadi hening.

Aku bersandar di sandaran kursi, menurunkan penutup mata, dan membiarkan diri tenggelam dalam kegelapan yang total.

Dengungan pesawat bukan membuatku merasa kesal, malah menghancurkan semua kelelahan, ketidakadilan, dan ketidak relaan yang kumiliki selama tiga tahun terakhir, lalu membawaku jauh dari tanah.

Selama belasan jam penerbangan, aku tidur dengan nyenyak seperti belum
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 8

    Aditya benar-benar membeku. Dia duduk di kursi roda tanpa bergerak sedikit pun, hanya air mata yang mengalir diam-diam.Akhirnya dia mengerti.Apa yang selama ini dia anggap sebagai pasangan yang ditakdirkan oleh langit, ternyata hanyalah rencana matang yang telah lama kususun dengan penuh perhitungan."Kemudian, cinta idaman pria itu pulang dari luar negeri, dan segalanya berubah. Gadis itu masih mencintainya. Mencintai dengan rendah diri dan penuh kepedihan. Sampai suatu hari, pria itu menderita penyakit yang sangat serius, dan dia membutuhkan transplantasi ginjal.""Gadis itu takut membuatnya khawatir, takut dia ketakutan. Dia tidak memberitahu si pria betapa parah penyakitnya, hanya mengatakan itu masalah kecil. Tapi diam-diam, dia mengerahkan seluruh koneksi keluarganya di luar negeri. Tidak peduli berapa pun biayanya, menghabiskan uang yang sangat banyak, dalam waktu sesingkat mungkin menemukan ginjal yang benar-benar cocok untuknya. Ginjal itu seharusnya bisa menyelamatkan nyawa

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 7

    Untuk meluluhkan hatiku, dia mulai mengingat masa lalu dengan gila-gilaan.Satu per satu, Aditya menghitung kenangan manis yang dulu kuanggap sebagai harta paling berharga.Setiap detail, dia ingat begitu jelas.Dia pikir, kenangan-kenangan itu bisa membangkitkan sisa cinta di hatiku, membuatku luluh.Dia menatapku, matanya penuh harap.Namun, aku hanya mendengarkan dengan tenang, wajahku tetap tanpa sedikit pun riak emosi.Setelah dia selesai berbicara, kafe itu kembali terdiam.Beberapa saat kemudian, aku mengangkat cangkir kopi yang sudah benar-benar dingin dan menyesapnya.Lalu, aku mendongak, menatap matanya yang penuh harap, dan perlahan membuka suara."Aditya, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu."Dia tertegun, tidak mengerti kenapa aku tiba-tiba mengatakan hal itu.Aku mengabaikan keterkejutannya dan melanjutkan ceritaku."Dulu sekali, ada seorang gadis kecil yang sangat, sangat kecil. Di suatu musim dingin, salju turun sangat lebat. Dia pergi ke pasar bersama ayah dan ib

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 6

    Siang itu, aku baru saja keluar dari laboratorium dan hendak pergi ke kafe kampus untuk membeli secangkir latte panas.Di dekat jendela kafe, ada sebuah kursi roda, dan di atasnya duduk seorang pria.Dia mengenakan mantel wol tebal, tetapi tetap tidak mampu menyembunyikan tubuhnya yang kurus dan tidak bersemangat.Pipinya sangat tirus. Kulitnya pucat kekuningan seperti orang yang sudah lama sakit. Rongga matanya dalam, bibirnya pecah-pecah. Seluruh dirinya diselimuti aura kematian yang begitu kuat.Namun, aku langsung mengenalinya. Itu adalah Aditya.Aku hanya menatapnya dengan tenang selama beberapa detik, lalu berpaling seolah tidak terjadi apa-apa.Setelah mengambil kopiku, aku segera berbalik dan bersiap keluar lewat pintu lain. Aku tidak ingin terlalu terlibat dengannya."Siska ....""Jangan pergi … kumohon .…" Suaranya terdengar rapuh, penuh permohonan lirih. Roda kursi rodanya berderit pelan di lantai kayu.Aku berhenti melangkah, tetapi tidak menoleh."Kita bisa bicara?" pintan

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 5

    "Penyakitnya … semakin parah."Suara pengacara itu ditekan sangat pelan, seolah takut didengar orang lain."Katanya sudah masuk stadium akhir. Setiap minggu harus menjalani dialisis beberapa kali. Tubuhnya kurus kering sampai berubah bentuk, hampir tidak bisa lepas dari ranjang.""Yang paling krusial, golongan darahnya sangat langka. Golongan darahnya rhesus negatif yang sangat jarang. Di dalam negeri, bank donor ginjal sama sekali tidak menemukan yang cocok.""Selama setengah tahun ini, Keluarga Yudana sudah mengerahkan semua koneksi, bahkan menaikkan hadiah hingga sebelas digit, tapi tetap belum menemukan donor ginjal yang sesuai."Mendengar semua itu, hatiku tetap tidak bergejolak sedikit pun.Hukum sebab akibat, hanya itu saja.Dia sendiri yang menyingkirkan satu-satunya donor ginjal yang mungkin bisa menyelamatkannya. Sekarang saat dia menginginkannya kembali, tapi tidak bisa mendapatkannya, siapa lagi yang bisa disalahkan?"Tapi ini semua belum yang paling menarik." Nada suara pe

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 4

    Jari-jariku menyapu layar, dengan tegas menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan.Dunia seketika menjadi hening.Aku bersandar di sandaran kursi, menurunkan penutup mata, dan membiarkan diri tenggelam dalam kegelapan yang total.Dengungan pesawat bukan membuatku merasa kesal, malah menghancurkan semua kelelahan, ketidakadilan, dan ketidak relaan yang kumiliki selama tiga tahun terakhir, lalu membawaku jauh dari tanah.Selama belasan jam penerbangan, aku tidur dengan nyenyak seperti belum pernah terjadi sebelumnya.Tidak ada mimpi buruk, tidak terbangun tergesa-gesa, bahkan satu pun pikiran tentang Aditya tidak muncul.Pesawat mendarat dengan mulus, pintu kabin dibuka, dan udara asing yang bercampur aroma laut menyerbu hidungku.Aku menarik napas dalam-dalam, rasanya seluruh paru-paruku seakan tersucikan kembali.Aku menghidupkan kembali ponsel. Seperti yang sudah diduga, layar ponsel langsung penuh dengan notifikasi pesan belum dibaca dan panggilan tidak terjawab sampai layar se

  • Ginjal untuk Kekasih Lain   Bab 3

    Shafira tertawa hingga tubuhnya gemetar. Seolah sedang menikmati kehancuran dan keputusasaan yang akan muncul di wajahku.Namun, aku hanya menatapnya dengan tenang, lalu mengangguk sedikit."Mm, mengerti."Tawa Shafira tiba-tiba terhenti.Dia menatapku dengan tidak percaya, seakan melihat hantu."Cuma itu reaksimu?""Memang harusnya bagaimana?" Aku balik bertanya, "Aku harusnya menangis memohon padamu untuk mengembalikan Aditya padaku?""Kamu .…" Dia terdiam seketika, tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, wajahnya memerah padam.Aku berdiri, menatapnya dari atas dengan sikap menguasai."Shafira, apa yang kamu inginkan akan kuberikan semuanya padamu.""Tapi kuharap kamu bisa memegangnya dengan mantap."Setelah berkata begitu, aku tidak menatapnya lagi dan berbalik keluar dari ruang perawatan.Di belakangku terdengar teriakan paniknya dan suara benda yang pecah.Sejak saat itu, Aditya makin jarang pulang ke rumah.Dia harus merawat cinta idamannya yang lemah sekaligus menangani pekerj

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status