“Papa! Nona Sienna! Lihat, ada telur burung kecil yang jatuh dari sarang dekat air mancur!” seru Edward, suaranya yang melengking memecah ketegangan yang baru saja merayap di antara kedua orang dewasa di ruangan itu.Bocah itu berlari mendekat, sepatu bot kulit kecilnya berketukan nyaring di atas lantai kayu ek. Tanpa ragu, Edward langsung menghampiri sofa dan menubruk kaki papanya, mendongak dengan wajah menuntut yang sangat mirip dengan ekspresi Lucien saat sedang keras kepala.Lucien memejamkan mata sesaat, menahan denyutan di pelipisnya yang mendadak mengencang akibat suara ribut sang putra. “Edward, pelankan suaramu. Kepala Papa sedang tidak bersahabat dengan teriakanmu.”“Tapi Papa selalu bekerja,” protes Edward, bibir mungilnya mengerucut cerewet. Ia beralih menatap Sienna yang berdiri tak jauh dari mereka, lalu kembali menatap Lucien dengan tatapan menyelidik yang polos. “Papa, apakah Nona Sienna sedang dipinjam terlalu lama oleh Papa untuk bekerja? Sejak semalam Nona Sienna t
最後更新 : 2026-05-16 閱讀更多