Cahaya matahari musim dingin yang pucat merayap masuk melalui celah gorden beledu, menyinari debu-debu halus yang menari di udara kamar utama. Sienna duduk bersimpuh di tepi ranjang besar milik Lucien, tangannya yang sedikit gemetar memegang kain kasa yang telah dibasahi cairan antiseptik.Di hadapannya, Lucien Blackwood duduk dengan punggung tegak, membiarkan kemeja linennya terbuka di satu bahu, memperlihatkan otot lengan yang keras namun kini ternoda oleh luka sayatan anak panah semalam.Sienna menyentuh pinggiran luka itu dengan sangat hati-hati, memastikan setiap serpihan debu dermaga terangkat. Setiap kali jemarinya yang dingin bersentuhan dengan kulit Lucien yang panas, ia bisa merasakan otot pria itu menegang di bawah jemarinya.“Anda harus berhenti bergerak jika tidak ingin lukanya terbuka kembali, Tuan Duke,” bisik Sienna tanpa mendongak.“Jangan gunakan gelar itu di kamar ini, Sienna. Aku sudah mengatakannya berulang kali,” sahut Lucien, suaranya rendah dan serak khas orang
Last Updated : 2026-04-30 Read more