Langkah kaki yang terseret dan denting rantai besi di pergelangan kaki memecah keheningan aula yang mencekam. Afrod, pria yang biasanya berdiri tegap di gerbang terdepan Blackwood, kini tampak seperti rongsokan manusia. Wajahnya yang pucat pasi terkena cahaya dari lampu gantung kristal, membuat butiran keringat di dahinya terlihat jelas. Saat matanya bertemu dengan tatapan kelabu Lucien, ia tersentak seolah baru saja menyentuh bara api.“Jadi, ini mata-mata yang kau banggakan, Yang Mulia?” Lucien memulai, suaranya mengalun tenang namun mengandung racun yang mematikan. Ia melangkah satu tindak ke arah Afrod, membuat pria itu semakin menciut.Raja Louis duduk di takhtanya, menopang dagu dengan jari-jari yang dihiasi permata. “Dia bersumpah di atas nyawanya, Lucien. Katakan pada kami, Afrod. Apa yang kau lihat di sayap barat kastil Blackwood bulan lalu?”Afrod menelan ludah dengan susah payah, suaranya parau saat mencoba menjawab. “S-saya melihatnya, Yang Mulia. Seorang wanita... rambut
Last Updated : 2026-05-07 Read more