Lumatan Lucien di bibir Sienna terasa kasar, menuntut, dan penuh dengan rasa lapar yang tertahan selama bertahun-tahun.Sienna sempat membeku, tangannya yang kecil mencengkeram bahu kokoh sang Duke dengan kaku.Oksigen seolah tersedot keluar dari paru-parunya saat lidah Lucien menyapu paksa, mengklaim setiap sudut mulutnya tanpa ampun.Namun, aroma kayu cendana yang maskulin dan hawa panas yang memancar dari tubuh Lucien mulai meruntuhkan pertahanan Sienna.Perlahan, kekakuan itu mencair. Sentuhan kasar Lucien di tengkuknya berubah menjadi elusan posesif yang membuat bulu kuduk Sienna meremang.Lucien melepaskan ciumannya sejenak, hanya untuk memberikan ruang bagi napas mereka yang menderu pendek.Matanya yang kelabu tampak gelap, hampir hitam oleh gairah yang menyala. “Jangan menahan diri, Sienna. Kau sudah menandatangani kontrak ini dengan bibirmu sendiri,” bisik Lucien parau.Wajahnya kemudian turun, membenamkan hidungnya di ceruk leher Sienna.Ia menghirup aroma lavender dari kuli
Last Updated : 2026-04-02 Read more