Alice membeku di tempat saat putrinya memanggil Rangsa dengan sebutan Papa. Tubuhnya terasa kaku, seolah darahnya berhenti mengalir. Matanya menatap lurus ke arah putrinya dengan penuh ketidakpercayaan.“Pa… pah…” lirih Azka sekali lagi, nadanya lemah namun jelas mengarah pada satu sosok.Napas Alice tercekat di tenggorokan, dadanya terasa sesak seperti diremas. Ia melangkah satu langkah maju, memastikan bahwa yang didengarnya bukan halusinasi. Tatapan wanita itu beralih cepat antara Azka dan Raja Rangsa.“Azka… apa yang kamu katakan, Nak?” suara Alice bergetar. “Dia bukan papahmu…”Azka menggeleng pelan, wajah polosnya tampak bingung namun yakin. Matanya menatap Rangsa seolah menemukan rasa aman di sana. Tangan kecilnya sedikit terangkat, ingin meraih sosok pria itu.“Papa…” ucap Azka lagi, lebih jelas meski lemah.Alice mundur setengah langkah, tubuhnya gemetar hebat melihat reaksi itu. "Bagaimana, mungkin..." gumam Alice, Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan, membasahi pipinya
Last Updated : 2026-04-12 Read more