Alice menoleh cepat ke suaminya. Wajahnya pucat, tubuhnya gemetar hebat, Alice bingung mau menjawab apa. Karena dia juga shock mengetahui fakta ini. “Aku… aku juga tidak tahu…” ucapnya lirih, panik.Pikiran Alice melalang buana. Ia berfikir keras, berusaha mengingat apapun tentang masa lalu yang berhubungan dengan Azka. Namun, ia tak mengingat apapun. “Ini pasti salah. Ini tidak mungkin…” “Tidak mungkin?!” bentak Zein, emosinya meledak. “Lalu ini apa, Alice?!” Ia menunjuk kertas di tangan dokter. Sebuah vonis yang tak terbantahkan, jika putrinya bukan anak suaminya. Lantas, anak siapa? “Selama ini kau menyembunyikan apa dariku, Alice?!” ucap Zein terus menekan, tanpa memberikan Alice ruang untuk berbicara. Air mata Alice jatuh semakin deras. “Tidak! Aku tidak pernah,” jawabnya gemetar. “Aku tidak pernah mengkhianatimu, Zein…” Zein tertawa kecil, tawa yang dingin dan penuh amarah, dan rasa kecewa pada sang istri. “Lucu sekali. Kau mau mengelak dari fakta ini?” Tatapanny
Huling Na-update : 2026-03-27 Magbasa pa