Keenan melangkahkan kakinya memasuki gedung perkantoran bersama sekretarisnya. Baru beberapa langkah, seorang pria yang terlihat terburu-buru tidak sengaja bersenggolan dengannya.“Maafkan saya, Pak Keenan. Saya sedang terburu-buru.”Keenan menahan langkahnya dan memperhatikan pria tersebut.“Kamu bukannya orang pabrik? Ada masalah?”“Iya, Pak. Ada kerusakan pada alat yang mau dipakai.”Keenan mengernyitkan kening.“Bukannya yang harus melihat itu perwakilan dari perusahaan Harsa?”“Iya, Pak. Tapi sampai sekarang mereka belum datang. Katanya perwakilannya masih ada urusan di kantor.”Keenan terdiam beberapa saat.“Alat itu akan digunakan untuk proyek kita, kan?”“Iya, Pak.”“Kalau begitu, antarkan saya ke sana.”Pria itu terlihat ragu.“Tapi, Pak Keenan, bukankah Bapak ada jadwal bertemu dengan Bu Naura?”Keenan tersenyum tipis.“Pertemuan itu masih
Baca selengkapnya