Naura menatap kosong ke arah jendela. Pikirannya melayang jauh kembali ke masa ketika semuanya belum serumit ini. Ke awal. Ke Farhan. Ia pertama kali mengenal Farhan saat masih duduk di bangku SMP. Sore itu, rumahnya lebih ramai dari biasanya. Aroma teh hangat dan kue buatan ibunya memenuhi ruang tamu. “Naura, kemari,” panggil ayahnya. Naura turun dari tangga, lalu berhenti saat melihat tamu yang datang. Sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki seusianya. “Ini Om Tomi, Tante Diah, dan anak mereka, Farhan,” ujar ayahnya. “Minggu depan dia pindah ke sekolahmu.” Naura tersenyum sopan. “Salam kenal, Om, Tante.” Lalu pandangannya jatuh pada Farhan. Anak laki-laki itu lebih banyak diam. Wajahnya tenang, tatapannya tajam namun tidak dingin. “Aku Naura,” katanya sambil tersenyum kecil. Farhan sempat terdiam sesaat, lalu membalas, “Farhan.” Singkat. Tapi cukup. Naura tidak tahu, perkenalan sederhana itu akan menjadi awal dari cerita panjang
Dernière mise à jour : 2026-03-30 Read More