"Kenapa melamun di situ? Mau digendong?" cecar Kyrran, dia menyalakan mesin. Tangannya kukuh di setang motor.Sementara itu, Andrea mendengus pelan, mengusir sisi dirinya yang sempat terpaku pada ketos galak itu. Helm di tangannya dipasang agak kasar.Dia menghampiri motor tersebut dan tanpa banyak bicara tangannya bertumpu di pundak Kyrran. Jari-jarinya mencengkeram sebentar sebelum dia mengangkat kaki dan naik ke jok belakang."Sudah," sahut Andrea."Pegangan yang benar," suara Kyrran terdengar dari interkom helm, nadanya teredam tapi tetap jelas di telinga gadis itu.Andrea terdiam sepersekian detik. Tangannya menggantung di udara, ragu harus ke mana. Lalu perlahan, dia meraih jaket kulit Kyrran, menariknya sedikit di bagian samping.Merasa posisi Andrea sudah aman di belakangnya, Kyrran melajukan motor, menyusuri jalur yang lebih gelap dan melewati gerbang kecil yang tersembunyi di balik tembok tinggi sekolah.Dalam
Última atualização : 2026-04-05 Ler mais