"Iya, tahu kok," ketus Andrea. Tangannya mendorong dada bidang Kyrran. "Tapi minggir dulu."Dorongannya tidak cukup. Ketos galak itu masih di sana, hanya bergeser beberapa inci. Andrea mengendus kasar, mencoba menarik udara yang terasa berat. "Lebih baik kamu cari bendera di tempat lain," ucap Andrea dengan mata yang berkilat kesal."Kamu belum tentu bisa mendapatkan bendera yang itu," celetuk Kyrran, mengarahkan dagunya sekilas ke arah meja. Andrea mendorong dada bidang Kyrran lagi dan kali ini berhasil. Tapi, seolah-olah memang cowok itu yang membiarkan tubuhnya menjauh beberapa langkah. Andrea kemudian berbalik cepat memunggungi Kyrran. Tatapannya langsung tertuju pada sebuah tablet dan stilus yang ada di atas meja. Napas tipis keluar dari bibirnya yang terbuka tipis. "Jangan buang-buang waktu di sini, karena bendera ini milik aku, Kyrran," celoteh Andrea. Kedua tangannya terangkat, jemarinya meraih beberapa hela
Última atualização : 2026-04-14 Ler mais