"Ngedate?" ulang Andrea, pegangannya pada kemeja Derby semakin erat. Dia kemudian membantah. "Enggak kok, kenapa kamu berpikir begitu?"Jemari gadis itu terangkat menahan beberapa helai rambutnya yang beterbangan ke wajah. Derby mengayuh pedal dengan santai, melewati gerbang utama sekolah. Cowok itu melirik sekilas lewat bahu. "Kamu kelihatan deg-degan," ujarnya. Andrea mendengus kecil, "deg-degan dari mana," elaknya, "aku lagi emosi, Derby.""LAGI EMOSI!" teriaknya keras. Gadis itu menghela napas napas kasar, lalu mencondongkan badan sedikit ke depan, mendekat ke punggung Derby."Sebenarnya aku jadi bawahannya Kyrran," ungkap Andrea menggeram kesal. Hening turun sejenak diisi oleh suara angin dan sahutan kendaraan di jalan utama. Pasalnya Derby tidak langsung menjawab. Cowok itu menoleh pelan, melirik dari bahunya. "Apa karena Kyrran sudah tahu mengenai Operation TTD?" tanya Derby. "Soalnya, kamu sempat bahas apa ak
Última atualização : 2026-04-23 Ler mais