ログイン[Dia sudah sampai?]
Setelah mengirim pesan itu, Kyrran meletakkan ponselnya di meja. Lantas dia bergeser ke depan akuarium bundar di sudut kamarnya.Sembari menunggu balasan pesan dari RJ, Kyrran memberi makan ubur-ubur piaraannya. Tangan cowok itu terangkat, meraih pipet kecil ramping, lalu meneteskan cairan pakan.Bola mata hitam Kyrran mengikuti gerakan ubur-ubur transparan dalam air yang memantulkan cahaya biru. Namun, pikirannya tidak fokus ke sana.Se"Harusnya aku yang bertanya… kamu kenapa?" tutur Andrea, tatapannya terkunci serius pada iris hitam Kyrran. Cowok itu terdiam beberapa saat, menurunkan hening di antara mereka berdua. Andrea melanjutkan. "Di restoran tadi kamu aneh. Kamu gak tertarik sama pembahasan kuliah." Kyrran mencoba tersenyum tipis. Namun Andrea tidak membiarkannya mengalihkan topik. "Semua orang ngomongin masa depan, universitas, jurusan, rencana setelah lulus." Suara Andrea melembut. "Tapi kamu kelihatan bingung dan aku gak punya clue apapun tentang itu, Kyrran." Kyrran menunduk sebentar. "Rea…" Ucapan cowok itu tertahan dan hal tersebut membuat dada Andrea terasa sesak. Andrea menggigit bibir bawahnya. "Aku mulai ngerasa ada sesuatu yang kamu sembunyiin," kata Andrea, ia melepaskan tangannya dari genggaman Kyrran. Cowok itu menghela napas dan membuat Andrea semakin yakin ada sesuatu.
"Baby Ran, look! Kostum aku udah pas, kan?"Andrea keluar dari ruang ganti toko kostum sambil merapikan ujung rambutnya.Begitu melihatnya, Kyrran membeku di tempat. Matanya terpaku pada kecantikan pacarnya. Namun, setelah menyadari sesuatu, ia melirik ke kiri dan kanan, mengawasi cowok-cowok lain tidak melihat ke arah Andrea."Bagus, kan?" tanya Andrea sambil berputar kecil.Kostum mermaid yang dikenakan pacarnya memang cantik. Kain berwarna biru kehijauan berkilau di bawah lampu toko. Detail mutiara menghiasi bahu dan pinggangnya, membuatnya terlihat seperti putri laut dalam dongeng.Masalahnya, bagian atas kostum itu terlalu terbuka.Kyrran beranjak dari sofa, menghampiri Andrea dengan tatapan setajam pedang."Kenapa?" tanya gadis itu bingung.Kyrran melepas jaket yang dikenakannya sebagai Pirate Captain lalu menyampirkannya di bahu Andrea."Ganti kostum yang lain saja, Sayang."Andrea melihat dirinya di cermin. "Jelek ya?"Kyrran berbisik di telinga pacarnya itu. "Enggak, Sayang.
Benar kata Kyrran, Andrea tiba lebih dulu di Golden Media Group ketimbang teman-teman klubnya. Bagaimana tidak? Kyrran memacu mobilnya secepat kilat.Dan sembari menunggu kedatangan teman-teman klub Andrea, mereka memanfaatkan waktu berdua dalam mobil yang Kyrran sengaja parkir di area sepi parkiran gedung tersebut.Di depan kemudi Andrea duduk di pangkuan Kyrran. Sambil memagut bibir, Andrea melingkarkan lengannya di tengkuk Kyrran, sementara cowoknya itu menahan pinggang ramping Andrea.Suara kecapan mereka beradu dengan musik yang mengalun pelan dari speaker. Tidak ada yang berhenti, Andrea dan Kyrran sama-sama tidak memberikan jeda untuk bibir mereka. Keduanya memagut, saling menghisap dan menyesap.Lalu, ponsel Kyrran bergetar memunculkan notifikasi email dengan subjek ‘Hasil Pemeriksaan’. Andrea yang lirikannya tertuju pada layar ponsel Kyrran yang berada di konsol tengah mobil—menarik bibirnya lepas dari bibir Kyrran."Itu hasil pe
"Maaf Kenapa, Baby Ran?" tanya Andrea. Nada pacarnya terdengar heran.Kyrran terdiam beberapa jenak. Kata maaf yang ia ucapkan tiba-tiba tak sadar keluar dari bibirnya setelah mengecup pipi Andrea.Alih-alih menjawab, cowok itu hanya menatap manik kecokelatan Andrea dalam-dalam.Ia tahu waktunya tak lama lagi, per hari itu tersisa sekitar tiga bulan lagi. Namun, sampai detik ini, Kyrran belum bisa menyampaikan yang sebenarnya pada Andrea."Aku—"Ucapan Kyrran terjeda lantaran Andrea menyentuh rahang Kyrran dan mengusapnya pelan dengan ibu jari."Kamu merasa bersalah karena dikerumuni cewek-cewek ya tadi," ucap Andrea.Kyrran berkedip pelan, lalu akhirnya mengangguk meski bukan karena itu penyebabnya."Iya, aku memang cemburu sih, tapi aku tahu…" Andrea menurunkan tangannya ke dada bidang Kyrran, "cuma aku yang di sini.""Jadi kamu gak perlu merasa bersalah," sambung Andrea menyunggingkan senyum manis di
"Aduh aku bingung mau kostum couple apa sama Derby," gerutu Noela di seberang panggilan grup."Aku sama Jeremy sudah tentukan pakai yang simpel saja, kostum Daphne dan Fred," ungkap Jolina.Teressa tertawa di seberang, "yang jomlo kayak aku, Cassandra dan Elsye saja bingung, apalagi kalian yang punya pasangan.""Makanya cari pacar deh kalian bertiga," kata Noela."Adik kelas banyak yang cakep tuh," lontar Jolina.Andrea tertawa kecil mendengar celoteh para sahabatnya di seberang telepon grup."Kamu sama Kyrran bagaimana, Rea?" tanya Jolina."Belum ada ide juga, nanti aku bicarakan sama dia," kata Andrea.Gadis itu melanjutkan. "Aku tutup dulu teleponnya ya, guys."Andrea memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer, lalu berjalan menyusuri koridor utama Alveroz High. Siswa-siswi di sekitar Andrea sibuk membicarakan hal yang sama. Festival Halloween.Tak terasa salah satu acara besar tersebut tingg
"Aku perlu bicara empat mata denganmu," kata Kyrran serius.Davin menatap Kyrran beberapa sebelum mengangguk. "Oke."Kedua cowok itu kemudian meninggalkan bengkel klub otomotif, berjalan menuju lapangan belakang sekolah, tempat yang biasanya digunakan siswa untuk bersantai setelah kegiatan klub. Namun siang itu hampir tidak ada siapa pun di sana.Dua cowok itu kemudian berhenti di dekat pagar yang menghadap lapangan.Kyrran berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku celananya dan Davin berdiri di sampingnya.Untuk beberapa saat, mereka hanya memandang lapangan yang mulai kosong. Tidak ada yang membuka pembicaraan.Sampai akhirnya Kyrran mengembuskan napas kasar. "Davin, aku punya permintaan… Tolong jaga Andrea dan buat dia bahagia."Davin langsung menoleh dengan kerutan tega di alisnya. Cowok bermata biru itu kembali menatap lurus ke depan. Sorotnya tajam. "Sudah kuduga kau akan bilang begitu," ucap Davin datar.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







