ログイン"Kita bahas di ruangan OSIS," kata Kyrran.Suaranya datar seperti biasa. Dia menurunkan pandangan, kemudian jemarinya bergerak menempelkan plaster luka pada kedua lutut Andrea."Kenapa gak di sini?" tanya Andrea. Napasnya mulai naik turun acak.Kyrran beranjak, berdiri meluruskan punggung dengan tatapan yang tertahan pada Andrea."Di sini gak ada kertas," ungkap Kyrran dingin. Tatapannya beralih sekilas menembus kaca minimarket kemudian kembali ke wajah masam Andrea yang sudah mendongak tajam."Hah? Kertas? Kenapa gak beli di dalam minimarket?" cecar Andrea."Kertas yang kumaksud beda," timpal Kyrran dengan ekspresi angkuh yang membuat kepala Andrea semakin mendidih oleh amarah terpendam."Mau kamu apa sebenarnya?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Andrea. Matanya memicing penuh selidik."Kamu," jawab cowok itu.Suara dingin Kyrran dan wajahnya yang tiba-tiba mendekat saat membungkuk, memb
"Kamu?" Andrea langsung menghentikan langkah dan menarik tangannya lepas dari genggaman cowok yang tak lain adalah Kyrran.Cowok itu menatap Andrea tajam. "Jangan bawel dulu, kita harus pergi dari sini," ucap Kyrran cepat dengan nada tegasnya. "Kamu gak mau ditahan polisi, kan?"Andrea mencengkram ujung kardigannya sembari menggigit bagian dalam bibirnya.Mendengar sirine yang menggema kencang dan suara penangkapan membuat Andrea menoleh sekilas ke belakang. Jantungnya berdegup lebih cepat.Dia kehilangan jejak Noela dan Derby, lututnya sakit dan tentu dia tidak mau ditahan polisi."Enggak," sahut Andrea. Di bawah cahaya remang-remang, tatapan Kyrran turun ke lutut Andrea yang berdarah.Cowok itu mendecak pelan sebelum tangannya naik merapikan topi dan tanpa banyak bicara, dia membungkuk, kemudian mengangkat Andrea ke punggungnya.Gadis itu tersentak, refleks mencengkeram bahu Kyrran. "Kamu ga—""Diam.
Broommmm!Broommmm!Suara deru motor langsung menggema keras di seluruh basemen, mengguncang dinding-dinding tua gedung terbengkalai.Andrea mencengkram tali tasnya saat tatapan Kyrran tertuju ke arahnya. Bayangan ciuman kasar Kyrran menghampirinya lagi. Andrea teringat bagaimana tatapan tajam Kyrran menusuk di bola matanya dan bagaimana bibir Kyrran menuntut di bibirnya.Andrea kemudian mengalihkan pandangan dari ketos iblis itu sambil menata napasnya yang tidak teratur.Di sampingnya, Noela muncul setelah menyerobot kerumunan penonton lain."Sudah mau mulai ya?" celetuk Noela, napasnya sedikit kasar seperti orang yang baru saja selesai marah."Hm," kata Andrea, dia melirik, memperhatikan wajah sahabatnya. "Kamu gak apa-apa?""Aman kok," jawab Noela santai, bibirnya tersungging tipis."Muka kamu merah," sahut Derby."Mungkin karena suasana di sini." Noela mengarahkan tatapan ke lintasan. "Yuk
"Andrea! Di sini!"Suara antusias itu membuat Andrea menoleh ke arah halte bus. Di sana, Noela melambaikan tangan padanya.Gadis itu menyelipkan rambut hitamnya ke belakang telinga sebelum mempercepat langkah menyusuri trotoar.Begitu sampai, Noela langsung menatap wajah Andrea lebih dekat."Kok mata sama bibir kamu kelihatan bengkak?" tanya Noela, keningnya mengerut heran.Andrea sedikit tersentak, pupilnya melebar, dia kemudian menelan saliva pelan. Andrea tidak mungkin bilang kalau Kyrran penyebabnya. Cowok itu mencium paksa Andrea lagi dan membuat Andrea menangis.Berkaca pada kejadian sebelumnya. Noela langsung marah dan menghampiri Kyrran juga melemparkan tepung ke arah cowok itu saat tahu Kyrran berlaku kasar pada Andrea. Sementara, gadis itu tidak mau merusak momen bersama sahabatnya.Mereka mau merayakan keberhasilan operation Trap The Devil hari ini.Andrea mengulas senyum tipis. "Aku tadi coba makan c
"Kyrran! Balikin!" Andrea melompat-lompat kecil ingin merebut ponselnya. Tidak lama setelah muncul di belakang Andrea, Kyrran merampas ponsel gadis itu. Tangan Kyrran terangkat tinggi-tinggi, menjauhkan ponsel dari jangkauan Andrea. Meski wajah gadis itu sudah merah kesal, Kyrran tidak peduli dengan umpatan Andrea. Dia hanya menundukkan wajah sedikit, menatap Andrea dengan ekspresi datar dan tenang. Tapi, bagi Andrea pasti terasa menyebalkan. Gadis cantik bergaun santai dengan cardigan tipis itu terus mencoba beberapa kali meraih ponselnya, ujung jarinya nyaris menyentuh benda pipih itu, tapi selalu gagal. Akhirnya dia berhenti. Napasnya naik turun, bahunya bergerak pelan karena lelah. Andrea menatap kesal tepat di bola mata hitam cowok itu. Kyrran mendecak pelan. Tangannya masih terangkat memegang ponsel Andrea. "Kamu sudah melakukan kesalahan besar tadi malam dan kamu mau tambah lagi dengan merekam aku," kata Kyrran dengan suara dinginnya. "Yaudah, enggak! Sini handph
[Merasa menang hanya karena menghapus satu foto?]Andrea menatap email dari Kyrran itu berulang kali di layar dan memikirkan kalau Kyrran memang masih menyimpan foto ciuman mereka.Astaga, Andrea. Kamu terlalu meremehkan Kyrran.Gadis itu kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku, lalu duduk dengan bahu merosot di bangku panjang sudut ruangan. Dalam ruangan laundry asrama tersebut, mata Andrea tertuju kosong ke arah mesin pengering di depannya.Pakaian Andrea berputar di balik kaca bundar, naik turun tanpa arah, persis seperti pikirannya saat ini.Operation Trap The Devil memang berhasil sepenuhnya, tapi misi terselubung Andrea gagal total. Usahanya sia-sia menghapus foto ciumannya dengan Kyrran.Bagaimana jika ketos iblis itu menyebar foto mereka karena marah perkara semalam?Haruskah Andrea bertemu Kyrran dan meminta maaf pada cowok itu sebelum kekhawatirannya terjadi?Tapi, Kyrran tampak sangat mendewakan p
"Kamu sudah siap, El?" Andrea menghampiri Noela yang sudah lebih dulu tiba di halaman belakang asrama putri. Gadis itu kemudian menurunkan tudung hoodie yang menutupi kepalanya. Anggukan Noela menyambutnya. "Sudah dong, Derby barusan ngabarin di grup, kalau Kyrran su
"Coba kutebak," Kyrran memiringkan kepala, mendekatkan bibir ke telinga Andrea. "Kamu berpikir aku akan memaksa kamu untuk tidur bareng?" Andrea menggigit bibirnya dan matanya menghangat. Bulir tipis muncul di pelupuk gadis itu. Dia benci situasi ini, saat tidak bisa berkata-kata dan jalan pikiran
"Jangan berisik," kata Kyrran. Andrea langsung mengulum bibir. Detik berikutnya, dua sosok baru saja terdengar memasuki ruangan dan mengunci pintu dari dalam.Siapa mereka? Andrea maupun Kyrran belum bisa menebak. Kyrran kemudian menarik tangan Andrea untuk
[Dia sudah sampai?]Setelah mengirim pesan itu, Kyrran meletakkan ponselnya di meja. Lantas dia bergeser ke depan akuarium bundar di sudut kamarnya.Sembari menunggu balasan pesan dari RJ, Kyrran memberi makan ubur-ubur piaraannya. Tangan cowok itu terangkat, meraih pipet kecil







![Without You [Indonesia]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)