Se connecterAndrea mengintip koridor asrama yang lengang, kemudian melangkah keluar dengan hati-hati. Gadis itu merapatkan kardigan rajut yang membungkus tubuhnya, berusaha menghalau udara dingin yang menggigit. Napasnya membentuk kabut tipis saat ia menuruni tangga dan berjalan menuju halaman asrama. Dari kejauhan, balon-balon huruf yang membentuk tulisan HAPPY BIRTHDAY ANDREA terlihat bergoyang pelan diterpa angin. Namun, Kyrran yang jadi fokus pandangan Andrea. Cowok tinggi itu berdiri tegak di bawah cahaya lampu taman. Menyadari kemunculan Andrea, Kyrran menoleh ke arahnya. Andrea sendiri mempercepat langkah, lalu berhenti di tepat di hadapan cowok yang mengenakan jaket kulit hitam itu. Untuk beberapa saat, keduanya tidak ada yang berbicara. Mereka hanya saling memandang lama dengan binar mata yang sama-sama memancarkan rindu. Kyrran membungkukkan badan sedikit, mendekatkan wajahnya. Sementara itu, Andrea mengangkat
"Kenapa ya Kyrran tiba-tiba cuek begitu?" gumam Andrea. Ujung sepatunya menyentuh tanah, menggerakkan ayunan di taman samping perpustakaan.Hanya derit pelan rantai ayunan yang menjawabnya.Ada apa sebenarnya dengan Kyrran?Sejak pagi semuanya baik-baik saja. Semalam Kyrran masih sabar membimbing Andrea belajar hingga larut. Pagi tadi mereka bahkan sempat saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian. Tidak ada yang aneh.Namun setelah seluruh ujian hari pertama selesai, sikap Kyrran berubah.Chat Andrea tidak dibalas dan teleponnya diabaikan, seolah-olah Kyrran sedang menghindar.Andrea mengembuskan napas panjang sambil menatap ujung sepatunya. Apa Kyrran cemburu dengan Ketua Klub Jurnalistik?Andrea memang sempat berbincang dengan kakak kelas bernama Keenan itu. Tapi cuma membahas pemberhentian Samuel dari klub.Kyrran tahu dan tidak menunjukkan tanda-tanda marah saat melihat Andrea dan Keenan."Ak
Keputusan finalnya Samuel dikeluarkan dari Alveroz High. Namun skandal cowok itu tidak diungkapkan sepenuhnya. Hanya disebutkan kalau Samuel telah melanggar privasi para siswi dengan menaruh kamera tersembunyi di beberapa tempat. Kyrran sudah meminta khusus pada Kepala Sekolah agar masalah yang menimpa Andrea tidak disebut. Mengingat gadis itu tidak mau ketahuan oleh kakeknya jika bersekolah di Alveroz High. Untung Kepala Sekolah menerima permintaan khusus Kyrran itu tanpa menanyakan alasannya. Di rooftop gedung utama sekolah, Andrea duduk di bangku kayu sambil membaca berita skandalnya mengenai Samuel yang telah dimuat di website sekolah. Andrea menghela napas lega, kemudian menyimpan ponselnya ke dalam saku. Gadis yang mengenakan sweter merah marun itu mendongak sejenak sambil memejamkan mata, membiarkan angin berembus dingin menerpa wajah beningnya. Tak berselang lama, orang yang mengajaknya bertemu di rooftop akhirnya datang. Siapa lagi kalau bukan Kyrran. Cowok itu m
Bugh! Bugh! Pukulan Kyrran mendarat bertubi-tubi pada Samuel. Meski cowok itu sudah babak belur, Kyrran terus menghantam dan menendang tanpa ampun. Suara pukulannya menyaingi deru ombak di luar gudang pelabuhan terbengkalai tersebut. Sejumlah anggota klub otomotif yang dipimpin oleh Vanko berbaris rapi menyaksikan kemarahan Kyrran yang berkobar seperti api di tong pembakaran. Untuk kesekian kalinya, Samuel terhuyung mundur karena kehilangan keseimbangan menerima hantaman. Di hadapannya, Kyrran berdiri dengan rahang mengeras dan tatapan sedingin es. "Ran, stop, aku menga—" ucapan Samuel tak sampai. Pukulan Kyrran berikan datang lagi. Derby, Jeremy dan Rasya sama-sama menelan ludah, menyaksikan sisi bengis Kyrran. Di sisi kanan gudang tepatnya lantai atas, Andrea berdiri bersama empat sahabatnya. Cassandra dan Elyse menutup mulutnya, seolah bisa merasakan tinju Kyrran pada Samuel.
Tak berselang lama, Derby, Jeremy, Rasya dan Vanko—menerobos masuk, disusul oleh Noela, Jolina, Elyse dan Cassandra—yang dipenuhi kepanikan."Rea, kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Noela berlari menghampiri."Iya," sahut Andrea mengangguk. "Aku nggak apa-apa. Cuma hampir—" ucapannya tercekat, seolah susah untuk melanjutkan kalimat selanjutnya. Ia kemudian menarik napas panjang. Para sahabatnya mengerti."Untung kamu tadi sempat nelpon ke grup," celetuk Jolina."Begitu dengar suara kamu dan Samuel, kita langsung ke sini," sahut Elyse."Terima kasih ya," ucap Andrea, mengulas senyum tipis.Kyrran yang berdiri di samping Andrea, melirik ke arah para cowok."Urus dia." Pandangan cowok itu tertuju pada Samuel yang masih tidak sadarkan diri. Derby, Jeremy, Rasya dan Vanko langsung mengangguk. Kemudian iris dinginnya beralih kepada para cewek."Kalian cek area luar. Jangan sampai ada yang masuk ke sini. Jangan
Rencana yang sudah disusun rapi, seketika berantakan. Mungkinkah dari awal Samuel sudah tahu dan hanya ikut dalam arus misi? Andrea mundur selangkah demi selangkah. Sementara itu, Samuel terus mendekat, senyum di wajahnya membuat perut Andrea terasa mual. "Wah, hebat juga akting kamu. Hampir saja aku terus percaya," sinis cowok itu. Samuel mengangkat ponselnya. Andrea menyaksikan layar tersebut memunculkan rekaman Derby dan Kyrran yang sedang menggeledah kamar Samuel. Jadi pucat wajah gadis itu. "Ternyata kamu menipuku, Andrea. Kamu belum putus dari Kyrran dan kamu merencanakan ini dengan dia!" ungkap Samuel dengan mata tajam yang penuh amarah. "Kamu yang menipu!" suara Andrea bergetar. "Selama ini kamu pura-pura jadi orang baik. Padahal kamu bajingan!" Tersinggung dengan ucapan Andrea, Samuel mendekat cepat dan mendesak Andrea hingga punggung gadis itu menghantam dinding. "Ahh!"
Di kamar sebelah, suasananya sedikit lebih santai. Jika Kyrran diinterogasi serius oleh para kakaknya, Andrea justru didera tatapan usil dan senyum jahil para sahabatnya. Suara 'cieeeee' menggema serempak setelah Andrea dibimbing untuk duduk di tepi kasur. Sementara itu, gelak tawa ring
Tidak ada yang akan tahu kalau Andrea dan Kyrran tidur bersama kalau bukan si bungsu keluarga Yoseviano yang menemukan mereka.Mulanya, Lysander bangun begitu pagi dan membawa boneka astronotnya menuju kamar Kyrran. Jika Kyrran pulang ke mansion, si bungsu memang acap kali pagi-pagi ke kamar kakak
Andrea yakin dirinya beberapa detik yang lalu dikuasai oleh dorongan aneh dalam dada. Sekujur tubuhnya didera denyut yang membingungkan dan begitu memabukkan. Jantungnya sendiri berdebar keras sampai terdengar jelas di gendang pendengaran gadis itu. Di sebelah Andrea, Kyrran memejamkan mata ra
"Kyrran…" gumam Andrea. Dia mengedipkan matanya sekali untuk melihat lebih jelas. Bisa saja dia bermimpi, kan? Sosok di hadapannya mengenakan sweter hitam berlengan panjang. Salah satu tangannya berada di saku, sementara tangan lainnya memegang gelas bening berisi







