Tubuh Jossie bergetar dengan nafas terengah, dadanya terlihat naik turun karena engahan nafasnya. Tidak sampai di situ, Kevin ternyata masih membawa es tersebut turun menuju tempat paling sensitif miliknya. Pekikkannya berubah menjadi teriakan keras, ketika es yang dingin itu menyentuh titik kenikmatannya.Kevin menaruhnya di sana untuk beberapa saat hingga tubuh Jossie bergetar semakin kencang.“Please Kevin ...! Please ...!” pinta Jossie sambil meneteskan air mata.“Berjanjilah padaku jika kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama,” ucap Kevin.“Aku janji, aku tidak akan melupakan apa pun tentang kita,” balas Jossie.“Bagus, aku suka itu,” ujar Kevin yang kemudian membuka celana terakhirnya dan bergabung dengan Jossie di atas ranjang. Perlahan, dia membuka ikatan tangan Jossie lalu menaruh tangan wanita itu ke lehernya.Dengan lututnya, dia membuka kaki Jossie lebar dan menurunkan tubuhnya. Dengan berbisik di berkata, “Samb
Read more