LOGINTubuh Jossie bergetar dengan nafas terengah, dadanya terlihat naik turun karena engahan nafasnya. Tidak sampai di situ, Kevin ternyata masih membawa es tersebut turun menuju tempat paling sensitif miliknya. Pekikkannya berubah menjadi teriakan keras, ketika es yang dingin itu menyentuh titik kenikmatannya.
Kevin menaruhnya di sana untuk beberapa saat hingga tubuh Jossie bergetar semakin kencang.“Please Kevin ...! Please ...!” pinta Jossie sambil meneteskan air mata.Serena yang melihat apa yang Jackie lakukan, memperhatikan wajah pria itu, hal yang selama ini tidak dia lakukan.Dia baru menyadari jika ternyata wajah tampan Jackie terlihat kusam dengan kantung mata yang menggelap. Ekspresi kelelahan terlihat jelas, anehnya pria itu sama sekali tidak beristirahat dan terus mengerjakan pekerjaannya.“Apakah kamu tidak lelah terus bekerja seperti itu?” Serena bersuara. Pertanyaan itu kembali muncul meski berkali-kali Jackie mengabaikannya. Sekarang pun demikian, pria itu hanya menoleh menatap ke arahnya sekilas lalu kembali bekerja.“Kamu bisa sakit jika terus seperti ini,” ucap Serena lagi tapi tidak ada respon dari Jackie.“Apakah ada yang bisa aku bantu agar pekerjaanmu cepat selesai? Memijat bahumu yang tampak lelah misalnya,” lanjutnya terus berbicara.Rahang Jackie seketika mengeras, dia menatap Serena dengan tatapan marah. “Jika mulutmu itu tidak bisa diam dan terus cerewet mengganggu pe
Pertanyaan itu menjadi godaan terberat bagi Jackie. Jika dia tidak memiliki agenda lain, dengan senang hati dia akan menjawab YA dan melucuti pakaian wanita itu. Sayangnya dia memiliki agenda yang lebih penting dibanding menghabiskan malam panjang bersama Serena.“Tidak sekarang karena kita harus pergi,” ucap Jackie mempertahankan kesadaran dan kewarasannya karena Serena sempat membuatnya terhanyut dan hilang kendali.“Pergi …? Sepagi ini …?” seru Serena kaget.“Kamu harus terbiasa dengan jadwalku karena kamu akan ikut ke mana pun aku harus pergi. Bangun dan pakai pakaian tebal yang kita beli kemarin karena nanti udara akan sangat dingin,” ucap Jackie lalu menjauhkan dan beranjak dari ranjang.Saat Jackie berdiri di depannya, Serena baru sadar jika pria itu sudah berpakaian formal lengkap dengan mantel tebal berwarna hitam, sedangkan dirinya masih memakai pakaian tidur. “Aku akan mengganti pakaianku lebih dulu.”“Tidak perlu, pakai saja a
Menyadari jika Serena tidak mengerti tentang apa yang dia maksud, Jackie mengambil ponselnya dan mencari gambar dari benda yang dimaksud dalam kontrak.Mata Serena terbelalak kaget ketika Jackie memperlihatkan gambar-gambar benda yang dimaksud itu. “Aku tidak mau memakai semua itu, itu sungguh menjijikkan.”“Deal, aku juga tidak suka menggunakan benda-benda seperti ini karena akan lebih menyenangkan menggunakan anggota tubuhku sendiri untuk mendapatkan kepuasan. Aku akan mengganti pasalnya.”Nafas Serena seketika tercekat ketika Jackie menyebutkan anggota tubuhnya untuk mendapatkan kepuasan. Matanya langsung melirik ke bawah ke arah aset yang tersembunyi di balik celana Jackie lalu menatap tangan pria itu dengan jarinya yang panjang.Membayangkan kedua benda itu memasuki tubuhnya, membuat jantungnya berdetak kencang dan wajahnya memanas. Dia menepuk-nepuk kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya dari dunia khayalan.“Ada apa denganmu? Lanj
Jackie mengajaknya bertemu dengan orang yang bertanggung jawab atas salon tersebut dan ternyata orang itu telah mengenal Jackie. “Hei Jackie, tumben sekali ke sini? Woow ... siapa yang kamu bawa?” sambut orang itu sambil menatap dan menelusuri wajah serta tubuh Serena membuatnya merasa tidak nyaman. “Dandani dia dan ubah penampilannya menjadi lebih baik!” perintah Jackie. “Baik seperti apa? Seksi atau menggoda?” tanya pengelola salon dengan kerlingan mengesalkan. “Anggun dan terhormat, jauhkan dari kesan murahan apalagi seperti wanita jalang!” tegas Jackie. “Siap Tuan Collins. Sementara aku mengurus Cinderella-mu, kamu bisa duduk santai di sana dan jangan ganggu pekerjaanku,” ucap orang itu sambil menunjuk ke sebuah ruang tunggu di bagian depan salon. “Pergilah bersamanya! Dia akan mendandanimu menjadi jauh lebih baik,” ucap Jackie pada Serena. Belum sempat Serena membuka mulut u
Di toko tersebut jenis pakaiannya lebih beragam, warnanya lebih cerah, tapi tidak menghilangkan unsur elegan pemakaianya. Mata Serena menatap kagum semua pakaian di situ, dalam hati dia menginginkannya, tapi ketika melihat label harga yang begitu mahal, matanya terbelalak dan menjauhkan tangannya dari pakaian tersebut.Tubuh Serena terlonjak kaget ketika seorang pria muncul dari balik pakaian tersebut. Dengan ramah dia menyapa Serena. “Ada yang bisa aku bantu, Nona?”“A-aku tidak ehm … pakaian ini sangat mahal,” jawab Serena gagap karena tidak tahu harus berkata apa.Pria itu tersenyum dengan mempesona. “Aku selalu melihat kecantikan wanita yang tidak terlihat langsung dari luar, seperti dirimu sehingga aku akan memberikan yang terbaik untuk mereka dan untukmu. Soal harga nomor dua.”Jackie yang melihat seorang pria sedang bersama Serena dan tampak sedang menggodanya, langsung berjalan mendekati mereka. Dia melingkarkan tangannya ke pinggang Seren
“Oh … nyaman sekali. Beginikah rasanya menjadi orang kaya yang tidak perlu memikirkan apa yang harus dikerjakan untuk makan esok hari?” gumam Serena sambil memejamkan mata.“Biarkan aku menikmati kenyamanan ini sejenak sebelum kisahku dimulai?” gumamnya lagi, bicara pada dirinya sendiri.Setelah puas berendam, dia membersihkan tubuhnya dan kembali memakai pakaian murahan yang dimiliki karena hanya itu yang dia punya setelah satu bajunya dibuang oleh Jackie ke tempat sampah.Sambil membawa kartu yang Jackie berikan, dia keluar dari kamar hotel. Kejadian semalam pun terulang kembali, sepanjang perjalanan dari depan kamar ke luar hotel, semua orang menatap dirinya dengan tatapan merendahkan, terutama setiap wanita yang berpapasan dengannya.Dia tahu apa yang mereka pikirkan tentang dirinya. Dia sadar jika dirinya hanyalah wanita jalang di depan mata para tamu hotel tersebut. Dengan menundukkan wajahnya karena malu, dia segera berlari keluar dari hote
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







