Percaya dengan perkataan Piere yang tampak menyakinkan, membuat Geofany pasrah ketika pria itu menutup matanya dengan dasi yang ternyata telah Piere siapakan di kantong celana. setelah pandangannya gelap, tiba-tiba kesunyian melanda.“Piere! Apakah kamu masih di sini?” seru Geofany gugup.“Aku di sini, tenanglah! Tungguh sebentar!”Tak lama kemudian, tiba-tiba bibir panas dan lembab sekaligus lembut milik Piere sudah menyentuh bibirnya. Pria itu mendorong sesuatu ke dalam mulutnya dan ternyata setelah dicecap, dia baru sadar jika itu adalah anggur yang sedang dia minum bersama Piere.Ketika anggur itu berpindah ke mulutnya dengan jumlah banyak, Geofany terbatuk saat menelannya, membuat Piere menjauhkan bibirnya dari bibirnya agar dia tidak tersedak.“Bagaimana rasanya? Bukankah sekarang lebih manis?” goda Piere.“Sama saja,” balas Geofany dengan nada datar, membuat Piere gemas.Dia kemudian mendorong kedua bahu Geofany h
Read more