Tidak hanya Geofany yang terkejut, tapi tamu itu pun tidak kalah terkejut mengetahui keberadaan Geofany di kamarnya. Kemarahan yang sudah tersulut sebelumnya bukannya surut, tapi malah semakin meledak, teringat bagaimana Geofany meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas dua tahun yang lalu.“Piere ...?” gumam Geofany lirih, tapi masih bisa didengar oleh Piere.“Apakah kamu mengenalku dengan baik Nona? Sehingga kamu seenaknya saja memanggil namaku,” ujar Piere dengan nada dingin.Geofany seketika terpejarat dengan sikap Piere. “Maafkan saya, Tuan Collins jika saya bertindak kurang sopan.”“Sebaiknya kamu belajar lagi cara melayani tamumu dengan baik dan benar,” sindir Piere.Tidak menanggapi perkataan Piere, Geofany menanyakan hal lain untuk mengalihkan pembicaraan mereka. “Apakah ada yang bisa saya bantu?” Dia langsung menjaga sikapnya, berusaha melayani Piere dengan baik dan profesional.Praanggg ...
Read more