Pagi itu, udara Manta berhembus lembut dari arah laut, membawa aroma asin dan kesegaran yang khas dari Samudra Pasifik. Matahari baru saja terbit, memantulkan kilau keemasan di permukaan air, menciptakan garis-garis cahaya yang menari. William dan Amelia bangun lebih awal dari biasanya, karena hari ini adalah hari yang keduanya nantikan sejak kedatangan mereka. Yaitu hari untuk melihat paus bungkuk secara langsung di habitat alaminya.Di balkon vila, Amelia menyeduh kopi panas sambil memandang laut dari kejauhan. Rambut panjangnya yang bergelombang tertiup angin pagi, sementara gaun tipis yang dia kenakan melambai lembut.William keluar dari kamar, menghampiri istrinya dari belakang, memeluk pinggangnya pelan.“Aku suka pagi seperti ini,” bisiknya lembut, lalu mencium bahu istrinya. “Tenang … dan ada kamu.”Amelia tersenyum tipis, membalikkan tubuhnya.“Pagi ini indah sekali. Tapi kamu tahu apa yang lebih indah?”“Apa?” William mengangkat alis.“Kita bakal lihat paus bungkuk,” jawab A
Read more