Joseph menundukkan kepalanya sedikit, membiarkan kulit lehernya bersentuhan dengan rambut panjang Elara saat merasakan pipi gadis itu bersandar pasrah di punggung lebarnya.Suara rintik hujan di luar jendela kaca terus turun perlahan membasahi bumi, namun untuk beberapa saat, dunia di dalam kamar mereka terasa jauh lebih sunyi dan tenang."Aku sangat membenci perasaan ketidakberdayaan ini, Elara," gumam Joseph dengan suara parau yang terdengar sangat serak di sela napasnya yang berat.Joseph memejamkan kedua matanya erat. "Aku bisa menghadapi perang terbuka, membunuh ratusan musuh, bahkan menghancurkan seluruh wilayah luar Utara jika itu memang diperlukan.""Tapi aku benar-benar tidak akan pernah bisa tahan jika harus membayangkan kehilangan dirimu dari hidupku," aku Joseph dengan seluruh kerapuhan jiwanya yang ia buka hanya di depan Elara.Pelukan tangan Elara di pinggang Joseph semakin mengencang sedikit, mencoba menyalurkan seleruh kekuatan batin yang ia miliki melalui ikatan matebo
Last Updated : 2026-05-25 Read more