Eva mengerutkan kening. “Janji apa?”“Aku pernah janji, nggak akan pernah nyari-nyari hal tentang kamu, hidupmu, keluargamu, juga temanmu. Kecuali kamu sendiri yang minta,” ujar Dion.Evalia terdiam. Dadanya terasa sesak. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan tersenyum sendu. Dalam diam, ia memberi isyarat bahwa sekarang, kalau Dion mau mencari… silakan saja. Karena nama-nama itu, keluarga itu, semuanya sudah ia hapus dari hidupnya. Eva tak peduli lagi.Tatapan Dion menajam. Seberkas kekhawatiran jelas terpantul di matanya. “Eva, percayalah padaku. Ceritain aja apa yang sebenarnya terjadi. Aku di sini buat bantuin kamu, sahabatku…”Mereka saling berpandangan lama, seperti dua pesaing dalam lomba tatap tanpa kedip. Tak ada yang mau mengalah, tak ada yang mundur.Setelah waktu terasa seperti satu abad, Eva akhirnya menyerah. Baiklah, ia akan menceritakannya.Lagipula, menanggung semuanya sendirian benar-benar melelahkan. Eva bisa saja menggunakan sedikit dukungan untuk membuat langkahn
최신 업데이트 : 2026-04-03 더 보기