Sekilas, sesuatu seolah melintas di mata Aleksander, sebuah emosi singkat yang segera ia sembunyikan di balik senyum tipisnya. Ia merapikan lengan jasnya, lalu mengambil jam tangan di meja.“Kalau begitu,” ucap Alex halus sambil mengenakan jam itu, “Kita lihat apakah semesta benar-benar punya selera humor seaneh itu.”Bayu menghela napas lega, meskipun tubuhnya tetap tegap. Ia tahu, Aleksander belum sepenuhnya percaya. Tapi satu hal yang pasti, Aleksander Batubara akan memastikan sendiri kebenarannya. Ia akan melihat Evalia Wijaya dengan mata kepalanya sendiri.Mereka pun berangkat.Beberapa menit kemudian, mobil mereka melambat dan berhenti di depan sebuah kafe di tepi pantai Jepara, Kafe Pasir Putih.
Última actualización : 2026-04-09 Leer más