Setelah dua hari kejadian itu, Sean masih belum bisa melupakan ciuman itu.Saat ia menundukkan kepala untuk mencium Riana, Sean mengira Riana akan mendorongnya menjauh, atau yang lebih buruk lagi, menamparnya. Namun, Sean terkejut terkejut ketika Riana membiarkannya menciumnya. Kejutan itu segera berubah menjadi kebahagiaan dan sukacita.Sekali lagi, Sean merasa benar-benar bodoh. Setiap kali ia menolak ciuman Riana saat masih bersama, Sean pikir ia hanya sedang menghukum Riana, tidak menyadari apa yang telah ia lewatkan. Karena itu, Sean selalu menyesal karena telah melewatkan begitu banyak hal.Saat ini Sean berada di kantor, dan ia tidak bisa fokus sama sekali. Ia ada rapat bisnis beberapa hari ke depan, namun satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya adalah ciuman itu.Sean merasa seperti remaja lagi.Menciumnya dan kemudian Riana membalas ciumannya mirip dengan sensasi mendapatkan ciuman pertama dari seorang gadis. Itu membuat Sean bersemangat. Sean merasa seperti berada di
Baca selengkapnya