MasukValeriana Alexandria tak pernah menyangka jika kehidupannya akan berakhir seperti saat ini. Setelah cinta pertama suaminya kembali, ia di campakkan. Riana juga tak diinginkan oleh keluarganya, dan keluarga suaminya. Setelah menahan sakit selama ini, Valeriana memutuskan untuk menjauh dari mereka demi ketenangan hidupnya. Lalu saat Riana berhenti, mengapa mereka baru mendekat? Mengapa mereka baru mengejar Riana?
Lihat lebih banyak“Papa, dimana Mama? Aku bertanya pada Paman Oliver kenapa dia menjemputku, bukan Ibu, tapi dia bilang, Papa yang akan menjelaskan semuanya?” Tanya Bima, dengan raut khawatir yang jelas di wajahnya.Sean menghela napas, ini sangat sulit. Sean sempat memikirkan cara untuk menyampaikan kabar ini pada Bima, tapi kata-katanya tak mampu terucap.“Mama sudah melahirkan? Apa itu sebabnya kita di rumah sakit?” Desak Bima.Sean menarik napas dalam-dalam sebelum membuka mulut untuk berbicara.“Mama kamu terluka parah, Nak. Para dokter sedang bersamanya sekarang dan mereka melakukan segala upaya untuk memastikan Mamamu baik-baik saja.” Jelas Sean akhirnya.Air mata Bima seketika tumpah, napasnya tersengal-sengal. Hati Sean hancur melihat air mata yang mengalir di wajah putranya. Bima seharusnya tidak mengalami ini. Bima seharusnya tidak di sini mengkhawatirkan ibunya.“Bagaimana dengan bayi di perutnya?” Suara Bima serak saat bertanya.Sean tersenyum, “Kamu punya adik perempuan. Seperti yang kamu
“Valeriana Alexandria!!” Sean hampir saja berteriak begitu sampai di pos perawat.Salah satu perawat mengangguk dan memberi isyarat pada Sean, “Ikuti saya, Tuan... Ibu Valeriana dibawa masuk sekitar sepuluh menit yang lalu. Dia saat ini berada di ruang gawat darurat.” jawabnya dengan sopan.“Bagaimana keadaannya? Bagaimana keadaan bayinya?” Tanya Sean, mendesak.“Maaf, Tuan Sean, tapi saya tidak tahu. Para dokter sedang bersamanya dan saya diberi arahan untuk mengantar keluarganya ke ruang tunggu saat mereka tiba.” Jelas perawat itu.Sean ingin berteriak dan membentak perawat itu, tapi Sean juga tahu itu tidak akan ada gunanya. Itu tidak akan membantu sama sekali.Perawat itu membawa Sean ke ruang tunggu, lalu pergi beberapa detik kemudian. Sean ditinggalkan dengan pikiran yang berkecamuk dan kekhawatiran yang meluap. Saat Sean tidak sanggup menahannya lagi, Sean merasakan lengan kecil melingkari tubuhnya.Sean berbalik menghadap orang itu, dan ternyata Pamela yang memeluknya.“Mom...
~Cakrawangsa Group~“Pak? Ada yang perlu saya ambilkan dari restoran?” Tanya sekretaris Sean, tapi Sean hanya terus menatap ke luar jendela kantornya.Pemandangan dari atas memang sangat indah. Itu salah satu alasan Sean memilih tempat ini, tapi hari ini pemandangannya tidak memberikan ketenangan seperti biasanya.“Tidak. Tidak hari ini,” Jawab Sean tanpa menatap sekretaris barunya itu.“Baik, Pak. Saya akan kembali dalam tiga puluh menit.” Jawab sekretaris itu.Sean tidak menjawabnya dan setelah beberapa detik Sean mendengar pintu tertutup. Sean menghela napas frustrasi. Entah kenapa perasaan firasat buruk melekat padanya. Perasaan itu menyelimutinya seperti gelombang. Hari ini lebih terasa daripada hari-hari sebelumnya.Sean tidak tahu apa itu, tapi hatinya sangat gelisah. Sean tidak bisa tenang dan tidak bisa fokus sama sekali pada pekerjaannya. Rasanya seperti jiwanya mencoba memberitahunya sesuatu, tapi ia sendiri tidak bisa memahaminya.Untuk mengalihkan perhatiannya, Sean memik
Sean menatap Riana dengan tajam, tetapi dalam hitungan detik, raut wajahnya melembut. Sean meraih tangan Riana, membalikkannya, dan mencium telapak tangan Riana dengan ciuman yang sangat lembut.“Aku tidak tahu kapan atau bagaimana aku jatuh cinta padamu. Tapi yang aku tahu hanyalah aku mencintaimu, Riana... Dulu aku tidak menyadarinya. Aku begitu diliputi kepahitan dan amarah sehingga aku tidak menyadari betapa berharganya wanita yang telah kunikahi. Beberapa bulan terakhir ini, sulit rasanya tanpamu. Melihatmu kesakitan atau terluka selalu menghancurkanku. Butuh waktu bagiku untuk menyadari bahwa aku mencintaimu, tapi di sinilah aku, memohon padamu untuk memberiku kesempatan untuk menunjukkan padamu cinta yang pantas kamu dapatkan dariku tapi tidak pernah kamu dapatkan...” Ungkap Sean, benar-benar tulus dan serius.Riana menatap Sean dengan tercengang saat Sean bangkit dari kursi dan berlutut di hadapannya. Semua ini terasa seperti mimpi. Rasanya seperti Riana berada di dunia yang s
Riana tersenyum. Senyumnya mengubah seluruh wajahnya. Mencairkan es yang menyelimuti hatinya.Sedang mereka semua menatap interaksi ibu dan anak itu. Tak mampu mengalihkan pandangan dari kekaguman mereka satu sama lain.“Apakah perempuan itu adik Mama??” Bima melirik Claudia dengan rasa ingin tahu.
Ada sesuatu yang terjadi di dalam diri Sean ketika melihat mantan istrinya, ibu dari anaknya, tertembak, berdarah dan terkapar di tanah pemakaman yang dingin. Sesuatu yang tak pernah Sean sangka akan ia rasakan terhadap Riana.Ketika Sean melihat orang-orang bersenjata menodongkan senjata ke arah m
Tidak ada yang menandakan bencana pada hari itu. Matahari bersinar dan semuanya tampak baik-baik saja saat Rianaenyusuri jalan-jalan yang sudah ia kenal. Tempat pemakaman itu penuh sesak ketika ia tiba. Hampir semua orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Riana mengamati tempat itu
Riana merasa seperti jantungnya di giling saat melihat mereka berpelukan. Rasanya hatinya hancur berkeping-keping. Seandainya ia bisa membuang potongan organ yang tak berguna itu, Riana pasti akan melakukannya. Karena rasa sakit yang merobeknya tak terbayangkan. Riana ingin lari. Ingin memalingka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak