Pip pip!Suara klakson pendek itu mengejutkan Elliete. "Itu... itu Shane," bisiknya dengan napas tersenggal. "Dia kembali."Killian membeku. Rahangnya mengeras, kemarahan berkilat di matanya karena interupsi tersebut. Namun, ia tidak langsung melepaskan Elliete. Sebaliknya, ia justru semakin menekan tubuhnya, seolah ingin menegaskan bahwa Elliete adalah miliknya sebelum pria lain datang."Buka pintunya, El! Ponselmu tertinggal di mobilku!" seru Shane dari luar, diikuti suara langkah kaki yang mendekat ke pintu depan.Jantung Elliete seakan mau melompat keluar. Di depannya ada Killian yang siap menghisap darahnya, dan di balik pintu ada Shane yang bisa masuk kapan saja. "Killian, pergilah... kumohon," rintih Elliete. Killian hanya mendengus dingin, menatap pintu dengan tatapan predator yang merasa wilayahnya diganggu."Baiklah, tapi ini belum selesai," desis Killian. Suaranya serendah geraman, sarat dengan rasa tidak rela saat ia melepaskan kunciannya.Dengan gerakan cepat yang hampir
Terakhir Diperbarui : 2026-05-08 Baca selengkapnya