Elliete melangkah dengan kaki yang terasa berat menuju kantor. Benaknya masih sungsang, dipenuhi potongan kejadian kelam semalam yang terus berputar seperti kaset rusak. Bekas gigitan di ceruk lehernya masih terasa berdenyut, memaksanya melilitkan scarf tebal demi menyembunyikan tanda yang bisa menghancurkan reputasinya itu. Langkah yang goyah dan pikiran yang melantur membuatnya kehilangan fokus. Elliete tersandung polisi tidur, tubuhnya limbung ke depan. Ia sudah bersiap merasakan kerasnya aspal, namun sepasang lengan kokoh tiba-tiba menyentak tubuhnya, menahan kejatuhannya. "Elly, berhati-hatilah. Kau tidak ingin wajah manismu ini terluka, kan?" Sebuah suara ramah yang kental dengan nada jail menyapa telinganya. Shane. "A-aku... terima kasih. Ta-tapi tolong... lepaskan tanganmu," bisik Elliete terbata. Suaranya kian mengecil, nyaris tertelan bising jalanan. Shane tidak menangkap kata-katanya, namun ia segera mengerti saat melihat wajah Elliete yang merah padam. Mengikuti arah t
Last Updated : 2026-04-11 Read more