Shelly menundukkan kepala sambil menggigit bibir bawahnya erat.Otaknya berputar cepat, tetapi tetap tidak bisa menemukan jawaban untuk membalas perkataan Jeffry.“Pak Jeffry, aku cuma asal omong saja. Mana ada kesulitan. Lagipula, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Bu Shelly masih muda, masa harus bekerja untuk Grup Dominion seumur hidup?”Wulan buru-buru mencarikan alasan untuk Shelly.Namun, mata Jeffry yang panjang dan tajam tetap terpaku lurus pada Shelly. Dia sama sekali tidak memedulikan ucapan Wulan.Shelly menarik napas dalam, lalu mengangkat kepala, memaksakan senyum, mengikuti alasan yang tadi diberikan Wulan.“Iya. Bahkan masa berlaku pernikahan saja belum tentu seumur hidup, apalagi cuma pekerjaan.”Dia berpura-pura santai.Namun, kesedihan samar yang tersembunyi di balik wajah lembutnya tetap tertangkap jelas di mata Jeffry.Seolah Shelly sangat muak dengan pernikahan dua tahun itu.Muak dengan pekerjaan ini.Serta semua yang berhubungan dengannya….Jakun Jeffry bergerak
Read more