공유

Bab 197

작가: Ratih Larasati
Tatapan Jeffry langsung jatuh tepat pada Kevin.

Namun, respons yang keluar dari mulutnya hanyalah, “Oh, ya? Nggak tahu.”

Setelah mengatakan itu, dia langsung berjalan keluar.

“Seluruh perusahaan sudah membicarakannya, masa Kak Jeffry belum tahu?”

Elora buru-buru mengikuti langkah Jeffry.

Namun tidak peduli apa yang dia katakan, jawaban Jeffry selalu singkat.

Nggak tahu. Nggak jelas. Begitu, ya?

Beberapa menit kemudian, mereka masuk ke mobil.

Shelly menyalakan mesin dan mobil perlahan masuk ke ar
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
rika96139
agak gak logiss. masa yg lg hamil muda kerja kayak kuli kndungannya baik2 sajja. gak masuk di akall wkwkk
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 434

    Shelly menghabiskan sekitar sepuluh menit untuk membuat semangkuk sup penawar mabuk sederhana.Dia membawanya keluar dan meletakkannya di depan Harrison.Uap hangat mengepul di antara mereka.Di luar rumah, melalui jendela dapur, Jeffry langsung melihat pemandangan di dalam.Dari sudut pandangnya, Shelly dan Harrison tampak duduk berdampingan di ruang tamu.Alis Jeffry langsung berkerut.Tatapannya menjadi semakin dalam.Dia mengeluarkan sebatang rokok dari saku, menyelipkannya di bibir, lalu menyalakannya.Padahal di dalam rumah .…Shelly dan Harrison sebenarnya duduk dengan jarak hampir dua meter.Shelly menoleh kepadanya.“Sekarang kamu bisa mulai bicara?”Harrison meniup pelan sup panas di mangkuknya sebelum berkata, “Pengurus panti asuhan kalian … sudah menghabiskan semua uang yang kamu dan Saryna berikan.”Harrison menghela napas dengan nada menyesal. “Dia berjudi. Kamu tahu?”Mata Shelly langsung membelalak. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.“Kamu … nggak salah? “Aku nggak mu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 433

    Di dalam mobil … tangan Jeffry yang baru saja hendak melepaskan sabuk pengaman tiba-tiba berhenti.Tatapannya yang dalam tertuju pada Shelly yang membungkuk masuk ke dalam mobil.Tanpa sedikit pun keraguan … mobil Shelly langsung melaju pergi.Bibir Jeffry mengatup membentuk garis lurus.Rahangnya yang tegas tampak semakin kaku, sementara sorot matanya diselimuti kesuraman.Pandangannya terus mengikuti arah mobil Shelly hingga menghilang dari kejauhan.Di depan restoran … Diana juga baru saja keluar. Dia berdiri mematung, menatap mobil yang melaju semakin jauh.“Pergi. Minta rekaman CCTV dari pihak restoran,” perintahnya kepada sopir.Sopir itu segera berbalik untuk mengurusnya.Jantung Diana berdegup semakin cepat.Wajah cantik wanita tadi mengingatkannya pada dirinya sendiri saat masih muda.Walaupun dia merasa ucapan Bibi Yanti terlalu mustahil untuk dipercaya .…Entah kenapa, secercah harapan mulai tumbuh di dalam hatinya.“Nyonya Diana.”Diana menoleh. Seorang pria berdiri di bela

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 432

    Dibandingkan restoran yang dipilih Bibi Yanti tadi, restoran ini jauh lebih terjangkau.Mereka memilih duduk di dekat jendela, memesan beberapa hidangan sederhana, lalu kembali membahas kejadian barusan sambil menunggu makanan datang.“Bibi Yanti juga belum bilang siapa yang mengurus panti asuhan sekarang.”Tiba-tiba Saryna seperti teringat sesuatu. Dia segera mengeluarkan ponselnya.“Aku tanya Jessica saja.”Sebelum meninggalkan Tavira, mereka memang sudah membelikan Jessica sebuah ponsel.Saat tinggal di asrama sekolah, ponselnya disimpan oleh guru.Namun setiap akhir pekan ketika pulang ke panti asuhan, Jessica bisa menghubungi mereka kapan saja.Kebetulan hari itu adalah hari Sabtu, dan Jessica sedang libur.“Anak itu memang beda dari yang lain. Nggak ada yang melarang pun dia jarang pegang ponsel. Mungkin sekarang lagi belajar dan ponselnya disetel mode senyap. Sudah lama sekali masih belum balas pesanku.”Saryna menunggu cukup lama, tetapi tetap tidak mendapat balasan.“Telepon s

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 431

    Pelayan sudah berdiri di samping meja sambil menunggu mereka memesan. Namun Saryna terus saja membicarakan soal Keluarga Gunawan.Sebelum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, dia bahkan tidak sanggup makan.Shelly akhirnya menarik tangan Saryna untuk berdiri.Lalu dia berkata kepada pelayan dengan nada meminta maaf, “Maaf, kami mendadak ada urusan. Kami nggak jadi makan.”Saryna membiarkan dirinya ditarik keluar menuju mobil.Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung mulai menghubungi kenalan-kenalannya untuk mencari tahu tentang Keluarga Gunawan.Tidak jauh dari sana .…Di sebuah sudut yang tersembunyi, Bibi Yanti memperhatikan mobil Shelly dan Saryna pergi.Barulah dia menoleh kepada seorang wanita berusia sekitar empat puluhan yang berdiri di sampingnya.“Nyonya Diana … apa nyonya nggak merasa salah satu dari mereka sangat familiar?”“Apa sebenarnya maksudmu?” Diana Sulistiani menatapnya dengan tidak percaya. “Kenapa tiba-tiba membawaku melihat dua wanita itu?”Bibi Yanti langsun

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 430

    Shelly dan Saryna saling bertatapan. Keduanya sama-sama menangkap sesuatu dari tatapan satu sama lain.“Tahu.” Shelly menjawab dengan nada santai sambil menunduk dan memainkan ponselnya, seolah tidak terlalu peduli.Bibi Yanti sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dan merendahkan suaranya. “Kalian sudah pernah berinteraksi dengan mereka?”Gerakan jari Shelly di layar ponsel langsung terhenti. Dia mengunci ponselnya, lalu menatap Bibi Yanti.“Kalau memang ada sesuatu, Bibi bisa langsung bilang saja.”“Kenapa bicara berputar-putar begitu?” Saryna akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya. “Memangnya kenapa? Bibi orang Keluarga Gunawan?”Bibi Yanti segera menggeleng. “Tentu saja bukan. Aku cuma mau ingatkan kalian untuk menjauhi orang-orang Keluarga Gunawan.”“Kenapa?” tanya Shelly singkat.“Nggak ada alasan. Memangnya aku akan mencelakakan kalian?”Wajah Bibi Yanti dipenuhi ekspresi seolah-olah dia benar-benar memikirkan kebaikan mereka. “Kalian berdua selalu begitu, dikasih tahu apa p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 429

    Jeffry, “Kamu bertanya padaku?”Maxwell langsung terdiam.Sikap Keluarga Gunawan terhadap Shelly memang terlalu mencurigakan.Namun kalau memang ingin menyelidikinya, mereka tetap membutuhkan arah.Kalau tidak, mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.Jeffry berkata pelan, “Selidiki semua kemungkinan yang pernah kamu pikirkan.”Satu kalimat singkat itu berisi tugas yang luar biasa besar terhadap Maxwell.Maxwell berkali-kali ingin memohon belas kasihan, tapi pada akhirnya dia hanya menelan semua keluhannya. Sebab, dia tahu tidak ada gunanya mengatakannya.Meski dirinya harus bekerja sampai kelelahan, Jeffry tetap tidak akan peduli.Apa yang Jeffry inginkan hanyalah hasil.“Baik, Pak.”Terdengar ketukan di pintu kantor. Jeffry mengakhiri panggilan telepon, lalu berkata singkat, “Masuk.”Tania membuka pintu. Ekspresinya tampak sedikit panik.“Pak Jeffry, Bu Melly datang.”“Siapa?” Jeffry mengernyit dan menoleh.Tania mengulanginya, “Bu Melly.”Belum sempat kata-katanya selesai, Me

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status