Dia berjalan menuju lantai dua sambil terus berkata, “Elora tumbuh di depan mataku. Memang dia punya sedikit kekurangan, tapi dia tetap anak yang baik. Jangan keterlaluan. Kalau kamu begini, bagaimana aku harus jelaskan kepada Tante Marina?”Pintu ruang kerja terbuka lebar, sementara kamar tidur kosong melompong.Di vila yang terang benderang itu, hanya terdengar langkah kaki dan teriakan Melly seorang diri.Pertanyaan demi pertanyaan tidak mendapat jawaban, teguran demi teguran juga tidak mendapatkan penjelasan.Setelah beberapa saat, barulah Melly sadar bahwa Jeffry tidak berada di rumah.Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Maxwell.“Maxwell, Jeffry di mana?”“Bu Melly, pada jam segini seharusnya Pak Jeffry sudah naik pesawat,” jawab Maxwell.Melly melihat waktu. Pukul lima dini hari. Amarahnya semakin memuncak.“Dia mau pergi ke mana!?”Maxwell menjawab, “Kota Sentara, ada situasi mendadak.”“Omong kosong!” Mata Melly seketika menggelap. “Sesulit apa pun situasinya, tetap nggak
Read more