Tangisan Nana terdengar dari dalam mobil menembus jendela. Seberapa pun Kak Ratih membujuknya, dia tetap tidak mau berhenti menangis.Saryna akhirnya tidak punya pilihan selain kembali ke dalam mobil. Begitu Saryna pergi, Shelly segera memanggil taksi dan langsung menuju kediaman Keluarga Gunawan.Agnes sepertinya sudah menduga Shelly akan datang. Begitu dia tiba di depan rumah dan menekan bel pintu, pelayan yang membukakan pintu langsung bertanya, "Nona Shelly, ya?""Ya." Shelly mengangguk. "Apakah Bu Agnes ada di rumah?""Nyonya sedang berada di ruang minum teh. Saya antar Anda ke sana."Pelayan membuka pintu, lalu mengambilkan sepasang sandal untuknya.Shelly mengganti sepatunya, membawa tas, melewati koridor ruang tamu hingga tiba di ruang minum teh di ujung lorong.Agnes duduk dengan anggun di depan meja teh. Panci teh di atas tungku kecil masih mendidih pelan, mengeluarkan aroma harum yang memenuhi ruangan."Shelly, kenapa kamu kemari?"Begitu melihat Shelly, Agnes segera berdiri
Read more