Tepat di saat itu, Robert bergegas keluar dari kamarnya dan langsung menarikku ke belakang tubuhnya.Sambil tersenyum lebar, Robert berkata pada Bobi, “Kak Bobi, tadi masih baik-baik saja, kok tiba-tiba jadi ribut begini?”“Robert, awas kamu! Ini urusan rumah tangga kami, jangan ikut campur. Wanita ini memang kurang dihajar.”“Baru setengah bulan aku nggak menghajarnya, dia sudah lupa diri. Hari ini, aku benar-benar harus membuatnya berlutut minta ampun….”Robert mengulurkan tangan untuk merebut sapu dari tangan Bobi, sambil berkata, “Kak Bobi, sudahlah, lupakan saja. Sudah siang, kita harus segera berangkat kerja.”Usai bicara, dia menoleh memberiku isyarat untuk segera masuk ke kamar. Kemudian, dia berbalik lagi merangkul lengan Bobi, memintanya untuk memberinya muka kali ini dan berjanji kapan-kapan akan mengajaknya minum-minum di luar.Setelah dibujuk, akhirnya Bobi berhasil dibawa pergi oleh Robert. Aku pun kembali ke kamar dan merebahkan diri di ranjang.Seketika, air mataku memb
Read more