Sinar matahari pagi yang masih redup menyelinap melalui celah gorden penthouse, namun Tatiana sudah terjaga lebih dulu. Ia tidak langsung beranjak. Dengan posisi menyamping, ia tersenyum tipis saat menatap wajah tenang pria di sampingnya. Dalam tidur, gurat-gurat keras dan amarah yang kemarin memenuhi wajah Kaliel seolah memudar, menyisakan ketampanan yang terasa tidak manusiawi. Tanpa sadar, jemari Tatiana bergerak, mengusap pipi Kaliel dengan sangat lembut, ia tak mau pria itu terbangun."Sudah bangun?" tanya Kaliel dengan suara serak khas orang baru terbangun, tanpa membuka matanya. Tatiana sedikit terkejut, namun ia tidak menarik tangannya. "Lihat, mataku sudah terbuka lebar," sahutnya pelan.
Terakhir Diperbarui : 2026-05-14 Baca selengkapnya