Edward masih belum bergeming, jari-jarinya tetap melingkar di lengan Tatiana dengan kekuatan yang tidak berubah. Ia melirik Bram sekilas, memberikan kode bisu bahwa ia hanya akan bergerak jika ada instruksi resmi. "Aku menunggu perintah Tuan Bram, Kaliel. Aku tidak bekerja untukmu," ucap Edward datar, seolah tidak terpengaruh oleh moncong senjata yang mungkin meledak kapan saja.Bram tertawa, suara tawanya menggema di ruang privat yang kedap suara itu. Ia menyilangkan kaki, tampak sangat menikmati bagaimana Tatiana menjadi rebutan. Bram tidak peduli dengan ketegangan fisik di depannya, dia tahu kartu as-nya adalah Tatiana. Dia yakin, jika Kaliel tersudut atau hancur, Tatiana yang memiliki hati lembut itu pasti akan kembali merangkak padanya demi menyelamatkan pria itu."Jangan menatapku seolah aku penculik, Kaliel," ujar Bram santai. "Aku hanya menerima tawaran
Terakhir Diperbarui : 2026-05-03 Baca selengkapnya